Breaking News:

Berita Kalteng

Provinsi Kalteng Berlakukan Pengetatan Orang Masuk, Wajib Bawa Suket Negatif PCR dan Antigen

Setiap orang yang masuk wilayah Kalimantan Tengah kini diwajibkan menyertakan surat keterangan negatif hasil pemeriksaan swab PCR dan swab Antigen.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Setiap orang yang masuk wilayah Kalimantan Tengah kini diwajibkan menyertakan surat keterangan negatif hasil pemeriksaan swab PCR dan swab Antigen.

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, kembali memperketat pintu masuk ke Bumi Tambun Bungai dari sebaran virus Covid-19. Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Senin (28/6/2021) hingga 14 hari kedepan.

Mengacu pada Surat Edaran Nomor Gubernur nomor 443.1/107/Satgas Covid-19 tentang peningkatan upaya penanganan Covid-19 dan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Kominfosantik Kalimantan Tengah, Agus Siswandi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat edaran Gubernur Kalteng tersebut.

Baca juga: Satu Lagi Resmi Ditahan, Uang Rp1 Miliar Titipan Kerugian Negara Korupsi PDAM Kapuas Diserahkan

Baca juga: Wacana Penyelenggara Pernikahan Wajib Sediakan Swab Antigen Menuai Protes Keberatan Warga

Baca juga: Ipemi Kalteng Diharapkan Turut Berperan Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional di Kalteng

"Iya benar, surat edaran tersebut mulai berlaku sejak hari ini hingga 14 hari kedepan," ujarnya, Senin (28/6/2021) malam.

Berikut isi surat edaran tersebut; Perjalanan orang ke luar dan masuk wilayah Kalimantan Tengah harus mengikuti ketentuan khusus sebagai berikut.

Pelaku perjalanan darat (transportasi/angkutan umum dan transportasi/angkutan pribadi) wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR.

Sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan atau surat keterangan
negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan yang distempel basah atau barcode.

Dikeluarkan oleh klinik pemerintah atau swasta yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng atau terdaftar di Dinas Kesehatan tempat asal pelaku perjalanan sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan.

Kemudian, pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan distempel basah atau barcode.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved