Breaking News:

Berita Kalteng

Rencana Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Mulai Dibahas, Truk Angkutan Dibatasi Maksimal 8 Ton

Rencana perbaikan jalan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur yang mengalami kerusakan mulai dibahas.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Jalan Lingkar Selatan Sampit atau Jalan Mohammad Hatta, belum sepenuhnya diperbaiki secara permanen. Hanya sekitar 150 meter bagian utara jalan yang sudah dibeton. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Rencana perbaikan jalan Lingkar Selatan atau Jalan Mohammad Hatta Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur yang mengalami kerusakan mulai dibahas pihak terkait.

Pemprov Kalteng bersama Pemkab Kotim dan juga para pelaku usaha terutama Perusahaan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Kelapa Sawit telah mengadakan rapat bersama membahas rencana perbaikan jalan Lingkar Selatan.

Sejauh ini perbaikan jalan belum dilakukan secara permanen sepenuhnya. Jalan yang diperbaiki hanya melalui penimbunan pada titik-titik kerusakan jalan berlubang saja agar bisa lintasi kendaraan.

Jalan Lingkar Selatan Sampit yang merupakan jalan provinsi ini, kebanyakan dilalui oleh truk angkutan sawit dari Perusahaan perkebunan kelapa sawit menuju pelabuhan Bagendang untuk pengapalan.

Baca juga: Palangkaraya Masih Tertinggi Kasus Covid-19 Se-Kalteng, Gubernur Kalteng Gencarkan Vaksinasi Massal

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Makin Masif Dilakukan di Tempat Keramaian Hingga Pengunjung Kafe di Palangkaraya

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Baru Delta di Kalteng, Vaksinasi Massal dan Swab Antigen Diperkuat

Rencananya, perbaikan jalan rusak tersebut akan dibangun dengan dana patungan yakni dari Pemprov Kalteng, Pemkab Kotim dan pengusaha perkebunan kelapa sawit.

Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo  yang memimpin rapat tindak lanjut penanganan jalan rusak di ruas jalan lingkar selatan Kota Sampit Kabupaten Kotim, akhir pekan tadi di Palangkaraya.

Dia berupaya membangun kesepakatan dan sinergi dalam upaya menjaga kualitas jalan dan kebersamaan dalam memperbaiki ruas jalan provinsi yang rusak akibat truk angkutan yang melebihi kapasitas jalan. 

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita berkontribusi dalam pembangunan di Kalteng, sehingga bisa mewujudkan Kalteng Makin Berkah,” sambutnya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng Yulindra Dedy, mengatakan,Provinsi Kalteng, ruas jalan tertinggi adalah jalan kelas 3, kendaraan boleh melintas adalah kendaraan angkutan dengan muatan maksimal 8 ton.

Dishub Kalteng akan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kegiatan pengangkutan hasil produksi pertambangan dan perkebunan di jalan umum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Pengawasan dan pengendalian itu berupa optimalisasi jembatan timbang dan rambu-rambu lalu lintas. Pengawasan ini melibatkan unsur pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten kota serta  masyarakat,” ujarnya.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved