Berita Kotim

Berkurban Bagi Umat Muslim, Berikut Penjelasan Dari Ulama Kotim

Syariat kurban berarti unta, sapi, kambing yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha.

Ustaz Abdul Hakim Akbar untuk Tribunkalteng.com
IDUL ADHA 2025 - Ulama Kotim, Ustaz Abdul Hakim Akbar, Sabtu (24/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Umat Islam sebentar lagi akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha disebut juga hari raya kurban.

Pada hari raya ini sebagian umat Islam akan menyisihkan hartanya untuk mengeluarkan biaya untuk berkurban. 

Syariat kurban berarti unta, sapi, kambing yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha.

Baca juga: Bangkai Anak Buaya di Seranau Kotim Kalteng Bikin Geger, Warga Mengaku Khawatir Ada Buaya Lain

Baca juga: Pegadang di Pasar Keramat Sampit Kotim Kalteng Lesu, Harga Ayam Turun Hingga Rp 25 Ribu per Kg

Baca juga: Berawal Asyik Liputan, Wartawan Kotim Tiba-tiba Diminta Tes Urine Cegah Pastikan Bebas Narkoba

Secara garis besarnya, kurban adalah menyembelih hewan yang diperbolehkan pada Hari Raya Idul Adha.

Salah seorang ulama di Kabupaten Kotawaringin Timur, Ustaz Abdul Hakim Akbar, menekankan bahwa berkurban bukan sekadar kewajiban bagi yang mampu.

Ia berpendapat, berkurban juga merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial.

"Ibadah kurban adalah bentuk ketaatan. Saudaraku yang memiliki kemampuan hendak berkurban sebagai sarana untuk memendekatkan diri kepada Allah dan berbagi kebahagiaan dengan sesama," katanya, Sabtu (24/5/2025).

Dia menerangkan didalam bulan Dzulhijjah, yang di dalam bulan tersebut ada ritual Ibadah yang Allah tetapkan, yaitu Ibadah Haji dan Ibadah Qurban.

Kedua Ibadah ini di lakukan bagi hamba Allah yang memiliki kemampuan, terutama kemampuan materi.

"Bagi orang yang akan mampu menunaikan ibadah haji tahun ini, semoga diberikan kekuatan, kesehatan, kelancaran dan memperoleh predikat haji yang mabrur," ujarnya.

Namun, Bagi yang tidak atau belum menunaikan ibadah haji, maka ada satu ibadah yang bisa dilakukan di Bulan Dzulhijjah ini, yaitu Ibadah kurban.

Menurutnya, Didalam sebuah hadist, Karena, siapa saja yang bisa membahagiakan saudaranya, maka Allah juga akan membahagiakan dirinya di dunia dan di Akhirat nanti.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan kurban tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas tahunan, melainkan harus disertai dengan niat yang tulus dan pemahaman yang benar.

"Kurban yang diterima Allah bukan pada hewan sembelihannya, tapi pada keikhlasan niat dan ketakwaan pelakunya atau orang yang berkurban," terangnya

Pada kesempatan itu, Ustaz Hakim juga mengajak umat untuk mulai mempersiapkan diri menyambut Iduladha 1446 H dengan semangat berbagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved