Kotim Habaring Hurung

Usai Pawai Pembangunan di Sampit Kotim, Jalanan Dipenuhi Sampah Plastik dan Sisa Makanan

Pawai Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI di Kota Sampit, Kotim, namuns di sisi lain pemandangan jalanan dipenuhi sampah berserakan

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
SAMPAH - Pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (30/8/2025), berlangsung meriah. Namun, di balik suksesnya acara, tersisa pemandangan yang disayangkan tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalur pawai. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Pawai Pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (30/8/2025), berlangsung meriah. 

Namun di balik suksesnya acara, tersisa pemandangan yang disayangkan tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalur pawai.

Sejak pukul 07.00 hingga 13.00 WIB, ribuan warga tumpah ruah ke pusat kota untuk menyaksikan parade kendaraan hias, barisan pelajar, drumband, hingga atraksi sepeda hias. 

Namun, begitu acara usai, berbagai jenis sampah mulai dari botol plastik, bungkus makanan, hingga gelas minuman sekali pakai tampak menumpuk di jalanan.

“Sedih melihatnya. Acaranya bagus, tapi setelah selesai jalan malah penuh sampah. Seharusnya masyarakat lebih sadar untuk menjaga kebersihan,” ujar Firmandi, salah seorang warga yang menyaksikan pawai.

Ia berharap fenomena ini bisa menjadi bahan evaluasi agar tahun depan tak lagi terulang. 

“Kalau bisa sama-sama peduli menjaga lingkungan. Sayang kalau acara sebesar ini tercoreng oleh sampah,” imbuhnya.

Sementara itu, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim sigap membersihkan lokasi. 

Mereka tampak menyapu dan mengangkut sampah menggunakan gerobak agar arus lalu lintas kembali lancar.

“Kami selalu siap di lapangan. Tapi kebersihan kota ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Masyarakat juga harus punya kesadaran,” kata seorang petugas DLH yang ditemui di lokasi.

Pawai pembangunan tahun ini memang lebih semarak dibanding sebelumnya. 

Panitia mencatat jumlah peserta terdiri dari 61 kendaraan hias, 71 barisan jalan kaki pelajar, 19 drumband, 100 pejalan kaki umum, serta 6 kelompok sepeda hias.

Bupati Kotim Halikinnor yang hadir langsung menilai kreativitas peserta patut diapresiasi. 

Menurutnya, acara tahunan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai budaya dan kebangsaan.

“Peserta telah menampilkan kreativitas terbaiknya untuk masyarakat. Ini bukti bahwa semangat gotong royong dan cinta tanah air masih terjaga,” kata Halikinnor.

Meski pawai berjalan lancar, aman, dan penuh antusiasme, persoalan sampah usai acara tetap menjadi pekerjaan rumah bersama. 

Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan dinilai sangat penting agar wajah kota tetap indah setelah euforia perayaan.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved