Berita Kotim Kalteng

Selain Karhutla, BPBD Krisis Air Bersih Juga Jadi Atensi di Kotim

El Nino yang terjadi pada musim kemarau tahun 2025 ini dapat memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur

Tribunkalteng.com/pangkan bangel
Kepala Pelaksana atau Kalaksa BPBD Kotim, Multazam usai mengikuti rapat koordinas penetapan status dan penanganan bencana Karhutla di kantor BPBD Kotim,, Kamis (4/7/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit mengungkap bahwa terdapat potensi terjadinya El Nino  pada musim kemarau pada 2025.

Jika terjadi El Nino pada musim kemarau, hal tersebut dapat memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Oleh karenanya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim menyiapkan serangkaian langkah preventif. 

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim, Multazam menyampaikan pihaknya akan melakukan mitigasi yang difokuskan pada penanganan kekeringan.

Baca juga: Kalaksa BPBD Kotim Sebut 99.9 Persen Penyebab Karhutla di Kotawaringin Timur Ulah Manusia

Baca juga: Prediksi Kemarau Mulai Juni 2025, BPBD Kotim Mitigasi Karhutla Persiapkan Peralatan Pemadaman

Baca juga: Banjir Rob Melanda Desa Kubu Kotawaringin Barat Kalteng, Begini Penjelasan BMKG

"Terkait daerah paling rawan masih di wilayah Selatan. Selain potensi bencana karhutla, juga ada potensi bencana kekeringan," kata Multazam, Selasa (3/6/2025). 

Untuk diketahui, wilayah Selatan sendiri meliputi Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Teluk Sampit dan Pulau Hanaut. 

Menurutnya, beberapa desa di wilayah tersebut mengalami keterbatasan akses air bersih akibat intrusi air laut yang menyebabkan air tanah asin dan tidak layak konsumsi. 

“Pada wilayah selatan, air bersih sangat terbatas. Intrusi air laut menjadikan air menjadi asin dan tidak bisa dikonsumsi. Di sisi lain, ini juga berdampak pada pengairan sawah,” ujarnya. 

Multazam menambahkan, saat ini para petani di wilayah selatan sudah memasuki masa tanam. 

Jika dihitung maju selama empat bulan, maka saat panen diperkirakan bertepatan dengan puncak musim kering. 

Hal ini dikhawatirkan mengganggu produktivitas pertanian, apalagi daerah Selatan dikenal sebagai lumbung pangan lokal. 

"Desa-desa yang berpotensi swasembada pangan itu berada di wilayah selatan. Kami sudah menyampaikan kondisi ini ke Dinas Pertanian dan mereka sedang merencanakan langkah antisipasi,” kata Multazam.

Dirinya berharap sinergi lintas sektor bergerak untuk mengantisipasi ketersediaan air bersih untuk masyarakat dan bagaimana membasahi atau mengaliri sawah agar target swasembada pangan tetap terpenuhi.

Musim kemarau diperkirakan terjadi mulai dasarian kedua atau pertengahan Juni 2025. 

Hasil diseminasi BPBD Kotawaringin Timur dengan BMKG H Asan Sampit, kemarau diprediksi akan berdampak sekitar 4 bulan 10 hari, meski ada potensi hujan tetapi intensitasnya dan curahnya rendah.

Pasca Lebaran Idul Adha 2025 nanti BPBD akan menggelar rapat bersama instansi terkait, khususnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk mengantisipasi bencana karhutla dan kekeringan. 

"Kita siapkan bagaimana tahapan rencana kontigensi dan rencana operasi kalau itu terjadi. Kami masih menghitung dan melakukan kaji cepat agar tidak lepas dari kajian risiko bencana dokumen kami dengan masa tanam yang ada di Dinas Pertanian," ujar Multazam

BPBD Kotim sudah mendapat informasi awal terkait beberapa desa yang melakukan tanam padi. 

Desa-desa tersebut akan menjadi perhatian dalam proses pemantauan terhadap potensi kekeringan dan potensi karhutla.

Penanganan secara teknis akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, serta bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. 

Kalaksa BPBD Kotim akan mendukung penuh upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan ancaman karhutla.

"Teknisnya apakah normalisasi irigasi atau memanfaatkan sumur pompa dalam, nanti kita lihat di lapangan," tandasnya.

(Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved