Demo Mahasiswa di Depan Polda

Demo Polda Kalteng soal Polisi Tembak Warga Sipil, Mahasiswa: Harusnya Rasa Aman justru Buat Resah

Puluhan mahasiswa menggelar aksi demontrasi di Mapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (19/12/2024). 

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/AHMAD SUPRIANDI
Puluhan mahasiswa menggelar aksi demontrasi minta Polda Kalteng evaluasi dan transparan, bunut penembakan oleh Brigadir Anton, Kamis (19/12/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Puluhan mahasiswa menggelar aksi demontrasi di Mapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (19/12/2024). 

Aksi ini merupakan respons kemarahan atas penembakan yang dilakukan Anton Kurniawan atau Brigadir AK, anggota Polresta Palangka Raya. 

Sebelumnya diketahui, Anton menembak Budiman Arisandi, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Aksi penembakan itu dilakukan Anton pada Rabu (27/11/2024) di Jalan Lintas Palangka Raya-Katingan Km 38. 

Tepatnya, di Kecamatan Katingan Hilir, Katingan, Kalteng. 

Baca juga: Breaking News, Mahasiswa Demontrasi Tuntut Copot Kapolda Kalteng Buntut Brigadir AK Tembak Warga

Meski Anton telah ditetapkan sebagai tersangka dan dipecat dengan tidak hormat dari kepolisian, kasus ini masih mendapat sorotan, termasuk puluhan mahasiswa yang melaksanakan aksi di depan Mapolda Kalteng hari ini. 

Masa aksi yang tergabung dalam aliansi barisan aksi reformasi kepolisian dan dekonstruksi atau Aliansi Barikade, menyoroti tentang pengawasan terhadap jajaran Polda Kalteng yang menggunakan senjata api. 

Koordinator Aksi, Dida Pramida menerangkan, tuntutan masa aksi bertujuan agar Polda Kalteng melakukan evaluasi besar-besaran. 

Sehingga, polisi yang sewenang-wenang menembak warga sipil tak terjadi lagi. 

"Contohnya, dalam kasus ini, menunjukan evaluasi yang kurang optimal terhadap anggota-anggota di Polda," ucap Dida. 

Masa aksi juga menyoroti soal penggunaan senjata api yang justru merugikan masyarakat. 

Dida menyebut, polisi mestinya memberikan rasa aman bukan sebaliknya. 

Tetapi, lanjut Dida, yang terjadi hari ini justru polisi yang bisa menjadi ancaman bagi masyarakat khususnya di Kalteng. 

Seperti dalam kasus penembakan yang dilakukan Brigadir Anton. 

"Kalau aku sendiri, sebagai masyarakat Kalteng, merasakan ini (kasus Anton, red) menjadi ancaman dan keresahan juga," kesalnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved