Demo Mahasiswa di Depan Polda

Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Narang Minta Kasus Pembunuhan oleh Brigadir AK Diusut Tuntas

Kasus pembunuhan oleh Brigadir AK mendapat sorotan dari anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Theresia Narang agar dapat diusut sampai tuntas

Editor: Sri Mariati
DPRD Kalteng
Anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Theresia Narang angkat bicara terkait kasus pembunuhan oleh Brigadir AK. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kasus pembunuhan dan penembakan oleh tersangka Brigadir AK alias Anton Kurniawan, yang anggota Polresta Palangkaraya menjadi sorotan nasional.


Bahkan Kapolda Kalteng Djoko Poerwanto dan jajaran pun sudah melakukan rapat dengar pendapat atau RDP bersama dengan Komisi III DPR RI di Jakarta.


Meski begitu tragedi yang menewaskan sopir ekspedisi bernama Budiman Arisandi pun mendapat sorotan dari anggota DPR RI Dapil Kalteng Andina Theresia Narang.


Anggota Komisi I DPR RI tersebutpun menyebutkan, dirinya memperhatikan dan mengikuti kasus pembunuhan tersebut.


Secara khusus pun mantan Anggota DPRD Kalteng itupun meminta anggota di Komisi III DPR RI untuk mengawal kasus ini sampai tuntas.


"Ya saya juga mengikuti kasus ini, dan meminta kepada kawan-kawan di Komisi III untuk mengawal sampai tuntas," ujarnya kepada Tribunkalteng.com, Sabtu(21/12/2024).


Andina Narang berharap, agar kasus ini dapat diusut tuntas dan terutama pada penggunaan senjata api yang digunakan sembarangan oleh oknum polisi itu.


"Termasuk pengawasan penggunaan senpi yang sembarangan," tegasnya.

Seperti diketahui Anton menembak, Budiman Arisandi, sopir ekspidi asal Banjarmasin. Penembakan terjadi di Kecamatan Katingan Hilir, Katingan pada Rabu (27/12/2024). Mayat korban dibuang lalu mobilnya dicuri. 


Termasuk soal dugaan keterlibatan narkoba dalam penembakan yang dilakukan Anton, karena pelaku positif narkoba. Hal itu terungkap, ketika DPR RI Komisi III melaksanakan rapat dengar pendapat atau RDP bersama Polda Kalteng, Selasa (17/12/2024). 


Saat itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol Djoko Poerwanto mengatakan, pihaknya telah melakukan tes urine terhadap Anton dan hasilnya positif menggunakan narkoba. 


"Ada dugaan bahwa saudara Anton dalam melakukan perbuatan pidana dia menggunakan narkotika jenis sabu," ujar Djoko. 


Karena itu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Hinca Pandjaitan, mendorong Polda Kalteng untuk menelusuri dugaan keterlibatan narkoba dalam kasus ini. 


Menurut Hinca, tak mungkin Anton menembak seseorang dengan sadisnya tanpa alasan yang jelas. 


"Saya yakin Pak Djoko tidak berhenti pada kasus itu saja. Sebagai seorang penyidik saya yakin juga memiliki indra penciuman bahwa penggunaan senpi membunuh seseorang menurut saya ada penyebabnya," kata Hinca. 

Baca juga: Dugaan Bisnis Mobil Bodong hingga Narkoba di Balik Kasus Penembakan oleh Brigadir AK

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved