ISPU Kotim Berbahaya

ISPU Kotim Berbahaya Kualitas Udara Memburuk, Dinkes Bagikan Masker Gratis ke Pengendara di Sampit

Indeks standar pencemaran udara atau ISPU Kotim Berbahaya, kualitas udara memburuk sehingga Dinkes Kotim bagikan masker gratis ke Pengendara.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
IST Dinkes Kotim
Status ISPU Kotim Berbahaya akibat Kualitas Udara Memburuk. Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur membagikan masker pada pengendara untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Sampit, Senin (02/10/2023). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Indeks standar pencemaran udara atau ISPU Kotim Berbahaya, kualitas udara memburuk sehingga Dinkes Kotim bagikan masker gratis ke Pengendara.

Kabut asap pekat meliputi Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa hari terakhir. Akibatnya Kualitas Udara Memburuk hingga Indeks Standar Pencemarean Udara atau ISPU Kotim Berbahaya. 

Mengantisipasi dampak Kualitas Udara Memburuk terpantau melalui ISPU Kotim Berbahaya, Dinas Kesehatan atau Dinkes Kotim turun ke jalanan untuk membagikan masker gratis kepada pengendara. 

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nugroho Kuncoro Yudho, Senin (02/10/2023) mengungkapkan pihaknya membagikan masker secara gratis ke pengendara.

Baca juga: BREAKING NEWS, ISPU Kotim Berbahaya, Pemkab Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

Baca juga: Diperkirakan Ratusan Hektare TWA Bukit Tangkiling Palangkaraya Terbakar, Diduga Akibat Ulah Manusia

Baca juga: Tanggulangi Karhutla TWA Bukit Tangkiling Palangkaraya, BKSDA Ajak Semua Pihak Bersama Membantu

“Hari ini kami membagikan 2000 masker, dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) juga ada sekira 300 masker. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi saat ini, di mana kita lihat sendiri pada pagi hari kabut asap cukup pekat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pembagian masker tersebut disebar ke beberapa lokasi, antara lain Jalan Jenderal Sudirman Km 5,5 simpang Jalan Sawit Raya, simpang tiga Jalan A.Yani dan Jalan HM Arsyad, simpang tiga Jalan Ki Hajar Dewantara, dan Simpang empat Jalan Pramuka dan Jalan Tjilik Riwut.

Sembari membagikan masker, pihaknya juga mengedukasi masyarakat agar lebih meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap pada kesehatan.

“Dengan kegiatan persuasif seperti ini kami berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya dari kualitas udara yang buruk. Lebih baik kita mencegah sebelum penyakit menyerang,” imbuhnya.

Petugas Dinkes Kotim saat membagikan masker gratis kepada pengendara di Sampit
Petugas Dinkes Kotim saat membagikan masker gratis kepada pengendara di Sampit (Dinkes Kotim)

Ia menyebutkan, sebenarnya stok masker yang ada di Dinkes saat ini ditujukan untuk pengunjung puskesmas, bukan untuk menghadapi bencana.

Namun, karena kondisi sekarang mendesak maka sebagian dialihkan untuk dibagikan ke masyarakat.

Pihaknya juga telah mengajukan permintaan alokasi masker ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dinkes Provinsi Kalteng, akan tetapi hingga kini belum ada tanggapan.

Ia menambahkan, meski stok masker terbatas rencananya besok pihaknya akan kembali membagikan masker bagi warga yang mengikuti shalat istisqa di halaman Kantor Bupati Kotim. 

Di saat warga, khususnya umat islam yang berdoa meminta hujan diharapkan dampak kabut asap bisa diminimalkan dengan penggunaan masker.

Sementara itu, berdasarkan aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa wilayah Kotim pada Senin 2 Oktober 2023 mencapai level kualitas udara berbahaya dengan warna indikator hitam dan lebih dari 1000 poin partikel pencemaran udara. 

Dalam kondisi demikian, kualitas udara dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved