ISPU Kotim Berbahaya

Karhutla Makin Parah, ISPU Kotim Berbahaya Pemkab Kotim Besok Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

Kondisi Karhutla makin parah ditambah ISPU Kotim Bebahaya, kualitas udara menurun, Pemkab Kotim menggelar Salat Istisqa berharap turun hujan.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com/pangkan B
Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU Kotim Berbahaya, kualitas udara menurun dampak Karhutla yang kian tak terkendali.Pemkab bersama warga Kotim besok akan melaksanakan salat istisqa. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kondisi Karhutla makin parah ditambah ISPU Kotim Bebahaya, kualitas udara menurun, Pemkab Kotim menggelar salat istisqa berharap turun hujan.

Menggelar salat istisqa merupakan ikhtiar  menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap di musim kemarau di Kotim.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar salat istisqa besok, Selasa (03/10/2023) pukul 07:30 WIB.

Bertempat di halaman Kantor Bupati Kotim, umat islam di Kota Sampit, baik itu dari kalangan pemerintah maupun masyarakat umum, diajak untuk bersama-sama melaksanakan shalat sunah untuk memohon diturunkan hujan di bumi habaring hurung tersebut.

Baca juga: Kabut Asap Tebal Selimuti Kabupaten Kotawaringin Timur, Namun Aktivitas Penerbangan Masih Normal

Baca juga: ISPU Kotim Berbahaya, Disdik Mulai Terapkan Kegiatan Belajar Mengajar Dari Rumah atau Daring

Baca juga: BREAKING NEWS, ISPU Kotim Berbahaya, Pemkab Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

“Ini salah satu upaya kita untuk mengatasi musibah karhutla dan kabut asap yang melanda Kotim yang kita cintai ini. Disamping upaya manusia, kita juga melakukan upaya jalur langit dengan meminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menurunkan hujan,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin (02/10/2023).

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya terus memaksimalkan penanganan karhutla baik di wilayah perkotaan maupun kecamatan. Termasuk memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla hingga 16 Oktober 2023.

Namun, berdasarkan prakiraan BMKG Kotim potensi hujan masih sangat kecil dalam dua dasarian atau 20 hari kedepan.

Sehingga, dengan memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa diharapkan bisa mendatangkan rahmat hujan lebih cepat.

Sementara itu, Kasi TU Kemenag Kotim Rabiatul Adawiyah menyampaikan, sebenarnya rencana menggelar salat istisqa' sudah sejak lama.

Namun, kala itu saat surat resmi sudah ditanda tangani oleh Kepala Kemenag keesokan harinya hujan lebat, tepatnya tanggal 17 September.

Sedangkan, salah satu syarat melaksanakan shalat istisqa adalah terjadi kekeringan atau tidak turun hujan dalam waktu lama.

Namun, setelah adanya informasi dari BMKG terkait potensi hujan yang masih minim selama dua dasarian kedepan, pihaknya pun sepakat untuk secepatnya menggelar salat istisqa.

Disamping itu, pihaknya juga mempertimbangkan kondisi kabut asap yang kian parah, bahkan menyebabkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) Kotim mencapai level berbahaya dengan lebih dari 1000 poin, sehingga dapat merugikan kesehatan secara serius.

“Karena selain usaha sebagai manusia, kita juga harus berupaya memohon kepada Allah. Kita bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara serta bencana karhutla bisa teratasi,” pungkasnya.

Ia menambahkan, salat istisqa yang digelar besok juga mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, pondok pesantren, dan seluruh ASN serta masyarakat Kotim yang beragama islam.

Selain salat Istisqa tersebut, juga akan ada tausiyah terkait kerusakan alam yang disebabkan ulah jahil manusia, sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap potensi musibah yang berdampak pada banyak orang. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved