Berita Kotim

Deteksi Dini Narkoba, Sepuluh Pegawai dan 35 WBP Lapas Sampit Jalani Tes Urine

Sepuluh Pegawai dan 35 WBP Lapas Sampit Jalani Tes Urine untuk mendeteksi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) terbebas dari Narkoba.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. Lapas Kelas IIB Sampit untuk Tribunkalteng.com
Sepuluh Pegawai dan 35 WBP Lapas Sampit Jalani Tes Urine untuk mendeteksi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Hasilnya menyatakan semua pegawai dan WBP yang menjalani tes urine bebas dari tanda-tanda penggunaan narkoba. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Sepuluh Pegawai dan 35 WBP Lapas Sampit Jalani Tes Urine untuk mendeteksi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terbebas narkoba.

Deteksi dini penyalahgunaan narkoba terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit sebagai wujud komitmen dalam memerangi narkoba.

Dalam hal ini, Lapas Kelas IIB Sampit melalui Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal), jajaran Kamtib dan tenaga medis Lapas Sampit, kembali melakukan tes urin terhadap pegawai dan warga binaan permasyarakatan (WBP).

Ketua Satopspatnal, Lapas Kelas IIB Sampit, Purwantoko, menyebutkan kali ini sebanyak 10 pegawai regu pengamanan dan 35 WBP menjadi sasaran pelaksanaan tes urine.

Baca juga: Kegiatan Forum Komunikasi Media BI Kalteng 2022, Jurnalis Diberi Tambahan Ilmu Dari Tempo Institute

Baca juga: Dinkes Kotim Waspadai Penyakit Masa Pancaroba, Warga Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Baca juga: Narkoba di Kotim, 2 Pengedar Narkoba di Kota Sampit Diringkus Polisi, Sabu Seberat 24,58 gram Disita

Hasilnya semua yang menjalani tes dinyatakan negatif narkoba.

“Semua pegawai dan WBP yang diambil urinenya untuk dilakukan tes hari ini dinyatakan tidak menunjukkan tanda-tanda mengonsumsi narkoba alias negatif," ucapnya, Kamis (8/9/2022).

Sama seperti yang sudah-sudah, kegiatan ini dilakukan oleh secara mendadak guna mengantisipasi adanya pelanggaran pegawai maupun WBP terkait penyalahgunaan narkoba dengan cara menghindari tes urine ini. Hari untuk pelaksanaan tes urine pun dipilih secara acak untuk mengantisipasi adanya oknum yang hendak mengelabui petugas.

Khususnya bagi WBP, tes urine ini merupakan salah satu poin penting dalam rekomendasi penilaian perilaku dalam pengajuan remisi atau potongan masa tahanan.

“Kegiatan tersebut menindaklanjuti perintah Kalapas Sampit untuk terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan deteksi dini akan bahaya penyalahgunaan narkoba baik yang dilakukan oleh pegawai maupun WBP,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Agung Supriyanto mengatakan kegiatan tes urine ini akan membuktikan ada atau tidaknya pegawai maupun WBP yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved