Berita Kotim Kalteng
Panitia Masjid di Sampit Tetap Jalankan Ibadah Kurban dengan Semangat Gotong Royong
Terjadi penurunan jumlah hewan kurban pada 2025, jika dibandingkan dengan jumlah pemotongan sapi pada Idul Adha pada tahun sebelumnya.
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Panitia Kurban Masjid Jami As Salam Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat adanya penurunan minat masyarakat dalam berkurban di momen Idul Adha 1446 H ini.
Ketua Panitia Kurban Masjid Jami As Salam, M Isa Anshari mengungkapkan bahwa penurunan ini terjadi jika dibandingkan dengan jumlah pemotongan sapi pada Idul Adha tahun sebelumnya.
Menurutnya, walaupun pada 2025 ini ekonomi yang ada di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur sedang dalam kondisi lesu. Namun, tetap berlangsung khidmat.
Baca juga: H+1 Idul Adha 2025, Harga Cabai Rawit dan Merah Tembus Rp 100 ribu per Kg, Pembeli Menjerit
Baca juga: Idul Adha 2025, Sekretariat DPRD Kotim Potong Empat Hewan Kurban, Bagikan 500 Kupon untuk Pegawai
Baca juga: Permintaan Tinggi jelang Idul Adha 2025, Harga Ayam di Pasar Keramat Sampit Kotim Rp 40 Ribu per Kg
Hal tersebut terbukti dari kegiatan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di Masjid Jami As Salam, Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Sabtu (7/6/2025).
"Adanya penurunan dari tahun sebelumnya. Kalo tahun ini ada sebanyak 12 ekor sapi dan 2 kambing disembelih, kalo tahun 2024 lalu, ada sebanyak 16 ekor sapi dan 5 kambing," kata M Isa Anshari.
M Isa mengungkapkan, ke-12 ekor sapi tersebut berasal dari jemaah dan warga sekitar.
Sementara, satu ekor sapi merupakan sumbangan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Penurunan jumlah hewan kurban diduga kuat disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Meskipun demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terlihat dari antusiasme para relawan yang membantu proses penyembelihan dan distribusi.
Seluruh proses penyembelihan dilakukan oleh panitia yang sudah bersertifikat sebagai Juru Sembelih Halal, yaitu Ustaz Nuri, Ustadz Basuni dan H Rahman.
Sementara proses pengulitan, pemotongan, penimbangan, dan pembagian daging dilakukan secara sukarela oleh jemaah dan relawan masjid.
"Kami pastikan seluruh hewan kurban dalam keadaan sehat, karena telah melalui tahap karantina dan pemeriksaan oleh dokter hewan," tambah Isa.
Untuk pembagian daging, panitia telah menyiapkan 1.700 kupon yang dibagikan kepada masyarakat sekitar dan pihak-pihak yang berhak menerima.
Setiap kupon akan ditukar dengan daging seberat sekitar lima ons dan tambahan tulang sekitar tiga ons.
Pembagian daging dilakukan langsung di area masjid dengan sistem pengambilan mandiri oleh warga yang membawa kupon.
"Meski jumlah hewan kurban menurun, semangat berbagi tetap tinggi. Semoga tahun depan kondisinya semakin membaik dan jumlah hewan kurban bisa kembali meningkat," tandas M Isa Anshari.
(Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra)
Nenek-nenek di Baamang Hulu Kotim Kalteng Tampil Percaya Diri di Catwalk, Meriahkan HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Warga Minta Biaya Bongkar Kandang Ayam, BKSDA Kotim Ingatkan Ancaman Buaya di Sungai Mentaya |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kotim Dukung Proses Hukum Dugaan Korupsi Alat Berat di Dinas Pertanian |
![]() |
---|
Posbakum Dibentuk di MB Ketapang, Anggota DPRD Kotim Harap Desa dan Kelurahan Menyusul |
![]() |
---|
Genangan Air Disorot, Kepala DSDABMBKPRKP Kotim: Drainase Permanen Sangat Dibutuhkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.