Berita Kotim Kalteng

H+1 Idul Adha 2025, Harga Cabai Rawit dan Merah Tembus Rp 100 ribu per Kg, Pembeli Menjerit

Harga cabai merah besar dan cabang rawit kembali naik H+1 Hari Raya Idul Adha 2025arga cabai merah Sabtu (7/6/2025) mencapai Rp 100 ribu Per Kg

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
HARGA CABAI NAIK - harga cabai merah per Sabtu (7/5/2025) mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg) di Pasar Keramat Sampit Kotim, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Update harga di Pasar Keramat Sampit Baamang, Kotawaringin Timur (Kotim), untuk harga cabai merah besar dan cabai rawit kembali naik H+1 Hari Raya Idul Adha 2025.

Menurut pedagang cabai Neti Herawati, dalam beberapa hari terakhir, harga cabai merah Sabtu (7/6/2025) mencapai Rp 100 ribu per kilogram (kg). 

"Untuk harga cabai rawit ini naik, kalo kemaren masih ada di angka Rp 80 ribu per kg. Kalo sekarang ada di angka Rp 100 ribu per kg," ujar Neti Herawati, Sabtu (7/5/2025). 

Selain cabai rawit merah, harga cabai jenis lain juga mengalami peningkatan signifikan. 

Misalnya seperti, cabai merah besar kini juga dibanderol dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. 

Tak hanya cabai, sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami kenaikan harga. 

"Kalo harga sayuran rata-rata naik tapi gak terlalu signifikan, yang paling tingginya saat ini harga timun, naiknya sampai  Rp 3 ribu per kg, dan kini harganya sudah sampai Rp 18 ribu per kg," ungkapnya. 

Pantauan Tribunkalteng di Pasar Keramat menunjukkan, meskipun harga cabai meroket, aktivitas jual beli tetap ramai. 

Para pembeli mengaku tetap membeli bahan pokok meskipun harga melambung tinggi.

Anita, salah satu pembeli, mengatakan bahwa ia tidak punya pilihan lain selain tetap membeli cabai dan bahan dapur lainnya.

"Karena kebutuhan mendesak, mau tidak mau harus beli, meskipun mahal sekali," ujarnya.

Senada, Rahayu menyebut, ia sudah memprediksi kenaikan harga kebutuhan dapur menjelang Lebaran.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Palangka Raya Jadi Penyumbang Deflasi Terbesar Mei 2025, Kini Mulai Stabil

Baca juga: Pemkot Palangka Raya Bagikan 2.500 Bibit Cabai Rawit, Fairid Naparin: Lebih Mandiri

"Saya sudah tidak kaget lagi, ini seperti sudah jadi pola setiap tahunn momen," katanya.

Fenomena kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran memang terjadi hampir setiap tahun. 

Masyarakat berharap pemerintah setempat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga agar perayaan Idul Fitri tidak terlalu membebani mereka. 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved