Berita Kotim
BKSDA Pos Sampit Telusuri Warga Desa Satiruk, Diduga Jadi Korban Serangan Buaya Saat Menjala Ikan
Informasi adanya seorang warga yang kabarnya diserang buaya saat menjala ikan jadi perhatian petugas BKSDA Pos Sampit.
Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Informasi adanya seorang warga yang kabarnya diserang buaya saat menjala ikan jadi perhatian petugas BKSDA Pos Sampit.
Seorang warga diduga menjadi korban serangan buaya saat menjaring ikan di Sungai Mentaya, Selasa (23/4/2024) malam.
Kejadian tersebut terjadi di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Diketahui bahwa diduga korban serangan buaya ialah seorang warga bernama Amang Olan.
Pasalnya, saat ini cukup sering terjadi kemunculan buaya di wilayah Kotawaringin Timur seperti di Kota Besi, Desa Lempuyangan, dan Desa Bagendang Hilir.
Mengenai adanya dugaan serangan buaya pada warga Desa Satiruk, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) Pos Sampit, Muriansyah memberikan tanggapan.
“Kita mendapat laporan melalui Instagram sekira pukul 13.00 WIB pada Rabu 24 April 2024, adanya dugaan serangan buaya pada seorang warga,” terangnya, Kamis (25/4/2024).
Pihak BKSDA Kalteng Pos Sampit pun telah menghubungi rekan di Samuda dan PT RMU yang bertugas di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.
“Terkait laporan tersebut, saat ini masih diduga seorang warga menjadi korban serangan buaya di Desa Satiruk,” terangnya.
Muriansyah mengatakan bahwa diduga serangan buaya tersebut terjadi pada Selasa 23 April 2024 pada malah hari.
“Jadi diduga korban serangan buaya, pada saat kejadian sedang merempa atau menjaring ikan,” terangnya.
Komandan BKSDA Kalteng Pos Sampit mengatakan saat ini kasus dugaan serangan buaya masih dalam penelusuran.
Ia pun mengatakan bahwa belum mengetahui di mana lokasi serangan, dikarenakan belum melakukan observasi.
Baca juga: Buaya Muara Ditemukan Mati di Pinggir Jalan Sampit-Ujung Pandaran, Terdapat Luka di Bagian Kepala
“Hingga saat ini kita belum bertemu dengan saksi mata atau selaku korban dugaan serangan buaya,” ujarnya.
Komandan BKSDA Kalteng Pos Sampit tersebut pun belum bisa memberi tahu jenis buaya apa yang diduga menyerang korban.
“Berdasarkan informasi terakhir yang kami dapatkan, korban dirawat pada Puskesmas Ujung Pandaran,” tutup Muriansyah. (*)
ABK asal Pemalang Jateng yang Hilang Akhirnya Ditemukan di Sungai Kampung Teluk Tewah Kotim |
![]() |
---|
Tren Sepeda Listrik di Kalangan Anak di Kotim Dinilai Berbahaya, Satlantas Ingatkan Orang Tua |
![]() |
---|
Drainase di Jalan Desmon Ali Sampit Kotim Tersumbat Sampah Plastik, Bau Menyengat |
![]() |
---|
Ibu dan Anak di Sampit Dikabarkan Kelaparan, Pemkab Kotim Turun Tangan |
![]() |
---|
Kabar Duka, Makam Ayah dan Anak Berdampingan Pasca Kecelakaan di Samuda Kotim Kalteng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.