Kotim Habaring Hurung
Antisipasi Dampak Karhutla Untuk Kesehatan, Bupati Kotim Halikinnor Pastikan Kesiapan Layanan Paskes
Bupati Kotim Halikinnor melakukan persiapan pelayanan kesehatan sebagai upaya antisipasi dampak kesehatan untuk warganya.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Bupati Kotim Halikinnor melakukan persiapan pelayanan kesehatan sebagai upaya antisipasi dampak kesehatan untuk warganya.
Bupati Kotim Halikinnor memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah daerah telah siap untuk menghadapi kemungkinan peningkatan pasien dampak kabut asap yang disebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim.
Bupati Kotim Halikinnor mengungkapkan, ketebalan kabut asap di wilayah Kotim, khususnya di Sampit, sudah jauh menurun dibanding 2 pekan yang lalu.
Namun, ia menginstruks
Baca juga: Gempa Terkini Jumat 25 Agustus 2023 Malam, Baru Saja Guncang Barat Sumur Banten, Info BMKG
Baca juga: Dukung Tanggulangi Bencana Karhutla, Disdamkarmat Kotim Dapat Pinjaman 2 Unit Mobil Tangki
Baca juga: Gelombang Tinggi Pasokan Ikan Berkurang, Harga Ikan Laut di Pasar Tradisional Sampit Merangkak Naik
“Semua fasyankes kita, baik itu rumah sakit, puksesmas, hingga pustu, sudah siap. Kita juga melihat bahwa dalam beberapa hari terakhir kabut asap mulai turun, maka dari itu tenaga di fasyankes kita juga harus siap, apabila ada warga kita yang sakit agar bisa segera ditangani,” tuturnya, Jumat (25/08/2023).
Ia menjelaskan, kabut asap akibat karhutla telah menyebabkan kualitas udara di Kotim menurun.
Bahkan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim sekira 2 pekan yang lalu kualitas udara di Kota Sampit sempat memasuki kategori tidak sehat atau zona kuning, yang bersifat merugikan bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Maka dari itu, disamping upaya penanggulangan karhutla oleh petugas Disdamkarmat dan BPBD, tindakan antisipasi dari segi kesehatan juga perlu dilakukan.
Saat ini ada 3 rumah sakit di Kotim, meliputi RSUD dr. Murjani Sampit, RS Pratama Parenggean, dan RS Pratama Samuda, lalu 21 puskesmas, dan pustu yang siap melayani masyarakat.
“Pada prinsipnya sarana prasarana kesehatan kita siap. Tapi kita tetap berdoa dan berharap agar kabut asap akibat karhutla ini tidak sampai membuat masyarakat kita jatuh sakit,” imbuhnya.
Disamping itu, sebagai upaya pencegahan, ia menganjurkan kepada sekolah-sekolah yang terdampak kabut asap yang biasa muncul di pagi hari, agar memundurkan jam masuk sekolah.
Bahkan, jika dampak kabut asap dirasa cukup parah, maka pihak sekolah boleh mengajukan libur sementara. Namun, semua itu harus dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan (Disdik).
“Hal ini sudah kami bahas bersama Disdik dan jajaran, serta koordinator wilayah. Kalau memang situasi tidak memungkinkan di pagi hari karena kabut asap, maka sekolah boleh mengajukan pengunduran jam masuk. Ini sifatnya situasional. Bahkan, kalau parah bisa saja diliburkan dulu. Tujuannya untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)
Dinas Perikanan Kotim Gelar Lomba Mengaruhi, Tradisi Dayak Tangkap Ikan dengan Tangan Kosong |
![]() |
---|
Terbatas Alat dan Anggaran Kendala Penangganan Jalan Drainase di Wilayah Kotawaringin Timur |
![]() |
---|
Masyarakat Soroti Jalan Rusak, Kadis Perkim Kotim Tegaskan Tak Semua jadi Kewenangan Kabupaten |
![]() |
---|
Harga Beras di Kotim Merangkak Naik, Sampel Dikirim untuk Uji Laboratorium |
![]() |
---|
Pemkab Kotim Sewakan Aset Tanah dan Bangunan Menganggur agar Jadi Sumber PAD Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.