Berita Kobar

Bocoran UMK Kobar 2023, Disnaker Sebut Kenaikan Cukup Tinggi, Besok Rapat Dewan Pengupahan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat akan melakukan rapat bersama untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Kobar 2023.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Danang Ristiantoro
Kabid Hubungan Industrial (HI) dan Jamsostek Disnakertrans Kobar, Nining Agustina saat menjelaskan terkait rencana penetapan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Kobar 2023. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat akan melakukan rapat bersama untuk menetapkan Upah Minimum Kabupaten  atau UMK Kobar 2023.

Ini menyusul sudah ditetapkannya, Upah Miminum Provinsi (UMP) Kalteng 2023  sebesar Rp 3.181.013.

Sementara untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) masih dalam pembahasan, termasuk UMK Kobar 2023.

Disampaikan Kepala Disnakertrans Kobar Rusliansyah melalui Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek Nining Agustina, bahwa terkait UMK Kobar 2023 baru akan disidangkan bersama Dewan Pengupahan.

"Prosesnya sedang persiapkan, dan besok rapat membahas UMK Kobar 2023 bersama dengan Dewan Pengupahan," kata Nining saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Ngaku Korban Begal ke Polisi, Pegawai Koperasi Pelaihari Nekat Berbohong Takut Dipecat Atasan

Baca juga: Bayi laki-laki Dalam Kantong Kresek, Gegerkan Guru dan Siswa MIS Fadhila Kembayan Sanggau

Baca juga: Ditangkap Saat Menunggu Seseorang di Pinggir Jalan, Pria Kubu Raya Miliki 3 Butir Pil Ekstasi

Baca juga: SPBU Wasah Tengah HSS Kalsel Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Motor Dua Tak Usai Isi BBM

Dijelaskannya, bahwa Dewan Pengupahan ini teridiri dari asosiasi pengusaha dan serikat pekerja, untuk di Kobar ini ada Aspindo dan DPC SPSI, kemudian pakar atau analis ekonomi yang dihadirkan dari Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, hadir juga dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 18 Tahun 2022 tentang Pengupahan, dan mengacu pada Peraturan Pemerintahan Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

"Proses sidang biasanya memakan waktu dua hari, tetapi kalau dalam sehari sudah ditemukan kesepakatan, maka akan diusulkan," ungkapnya.

Dijelaskannya, adapun indikator-indikator yang digunakan dalam menetapkan besaran UMK 2023, yaitu diantaranya adalah dengan melihat beberapa aspek mulai dari tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi serta indeks alpa 0,3.

Setelah angkanya diketahui dan disepakati, maka usulan kenaikan UMK Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut akan disampaikan terlebih dahulu kepada Bupati Kobar, untuk dilaporkan kepada Gubernur.

"Setelah sidang dan ditemukan kesepakatan, maka produknya rekomendasi kepada Bupati dan dilanjutkan ke Gubernur Kalimantan Tengah," sebutnya.

Terkait UMK ini, pihaknya menargetkan pada tanggal 3 Desember 2022 sudah masuk ke Provinsi. Selanjutnya itu akan di kompilasi setiap kabupaten/ kota, baru ditetapkan oleh Gubernur.

Baca juga: Pemkab Kobar Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik Kalteng Tahun 2022

Baca juga: Sah UMP Kalteng 2023 Rp 3.181.013, Naik 8,8 Persen Dengan Besaran Kenaikan Rp 258.497

Baca juga: Kenaikan UMP Kalteng 2023 Diumumkan Senin, Apindo Berharap Segera Recovery Ekonomi

"Saat ini masing-masing daerah sudah mulai sidang, dan akan ditetapkan oleh Gubernur Kalteng paling lambat 7 Desember 2022," tuturnya.

Saat ditanya apakah ada kenaikan UMK Kobar 2023, Nining menjawab ada dan cukup tinggi.

Namun saat disinggung soal berapa nominalnya, ia belum bisa memberikan jawaban.

"UMK  Kobar 2023 Kenaikannya signifikan dan lumayan kalau dilihat dari formulanya. Tetapi tidak bisa disebutkan jumlahnya, tunggu saja hasilnya seperti apa," pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved