Berita Kalsel

Ngaku Korban Begal ke Polisi, Pegawai Koperasi Pelaihari Nekat Berbohong Takut Dipecat Atasan

Seorang pegawai koperasi di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut atau Tala Kalimantan Selatan, berbohong kepada Polsek Pelaihari sebagai korban begal.

Editor: Fathurahman
ilustrasi/tribunnews.com
ILUSTRASI. Lapor polisi jadi korban begal di jalan kebun sawit PTPN 13 arah ke Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada 21 November 2022, ternyata hanya rekayasa dari pelapor, karena takut dipecat dari pekerjaannya sebagai pegawai koperasi swasta. 

TRIBUNKALTENG.COM, PELAIHARI -Seorang pegawai koperasi di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut atau Tala Kalimantan Selatan, berbohong kepada Polsek Pelaihari sebagai korban begal.

Dia merekayasa kasus seolah jadi korban begal tersebut. Pegawai wanita muda yang tinggal di  Jalan perintis Tengah pelaihari ini dibantu seorang warga yang menolongnya untuk melakukan kebohongan tersebut.

Kebohongan tersebut dilakukan karena dia merasa takut di pecat atasannya, setelah uang tagihan koperasi miliknya hilang sebagian akibat tercecer.

Cerita bohong kasus begal tersebut dimulai di jalan kebun sawit PTPN 13 arah ke Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pada 21 November 2022.

Eriska Amelia Sari (19) warga Jalan Perintis Tengah RT 29 Pelaihari, kala itu mengaku menjadi korban begal. Belakangan, ketahuan mengarang cerita bohong.

Baca juga: Ditangkap Saat Menunggu Seseorang di Pinggir Jalan, Pria Kubu Raya Miliki 3 Butir Pil Ekstasi

Baca juga: Membuat Laporan Palsu Jadi Korban Begal, Pria di Singkawang Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Baca juga: Cuaca Ekstrem Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Timpa Mobil dan Pagar Disporabudpar Banjarbaru

Baca juga: Penadah Ranmor Curian Murung Pundak Tabalong Tertangkap, Pelakunya Masih Dalam Pengejaran

Semua pernyataannya kepada polisi di Polsek Pelaihari yang memproses laporannya, ketahuan hanyalah karangan.

Dengan kata lain, perempuan muda yang bekerja di koperasi swasta itu telah membohongi polisi dan warga yang saat itu membantu menolongnya.

Hal itu terungkap ketika petugas Polsek Pelaihari melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan pendalaman keterangan terhadap sejumlah saksi. Ada tiga warga yang kala itu juga berada di jalanan PTPN 13.

"Ada yang tidak klop atau rancu antara keterangan korban dan sejumlah saksi," papar Kepala Polres Tala AKBP Rofikoh Yunianto melalui Kapolsek Pelaihari Ipda May Felly Manurung, Selasa (28/11/2022).

Saksi, paparnya, menuturkan kala itu sempat melihat penjual sayur -mayur, Salman (40), warga Desa Panggungbaru, Kecamatan Pelaihari, memungut uang Eriska yang tercecer di jalanan. Lalu, menyerahkan uang itu kepada Eriska.

Petugas kemudian kembali meminta keterangan Eriska dan Salman. Keduanya akhirnya mengaku bahwa sebenarnya tidak pernah terjadi pembegalan.

Eriska menuturkan saat itu uangnya ada di dalam tasnya tercecer di jalanan PTPN 13 menuju arah Desa Tebingsiring Kecamatan Bajuin. Itu adalah uang tagihan milik koperasi tempatnya bekerja.

Hal itu dikarenakan resleting tasnya terbuka atau tidak rapat. Setelah Salman menyerahkan uang Eriska yang tercecer, pekerja koperasi ini menghitung dan ada kekurangan sebesar Rp 1.250.000.

Eriska bingung panik dan takut karena pasti bakal dimarahi atasannya dan tidak punya uang untuk mengganti. Sementara, ia belum lama bekerja di koperasi tersebut, sehingga takut dipecat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved