Kobar Marunting Batu Aji

Cegah Penyebaran Kasus HIV-AIDS di Kobar, KPAD Gelar Rakor Pencegahan dan Penanggulangan

Upaya penanggulangan penyebaran kasus HIV-AIDS terus dilakukan instansi terkait di Pemerintahan Pemkab Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Penulis: Danang Ristiantoro | Editor: Fathurahman
(Tribunkalteng.com / Danang Ristiantoro)
Peserta rapat Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS Daerah atau KPAD Kobar dalam rangka menanggulangi penyebaran Kasus HIV-AIDS. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Setda Kobar, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN -Upaya penanggulangan penyebaran kasus HIV-AIDS terus dilakukan instansi terkait di Pemerintahan Pemkab Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Komisi Penanggulangan Aids  Daerah (KPAD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar rapat koordinasi (Rakor), dalam rangka menanggulangi penyebaran Kasus HIV-AIDS.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Plt Sekda Kobar Juni Gultom selaku Ketua KPA Kobar yang diwakilkan oleh Asisten 3 Setda Kobar Syahrudin, di ruang rapat Sekda, Senin (14/11/2022).

Rapat ini dihadiri pula oleh Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois, Perwakilan PMI Kobar, Sekretaris KPAD Kobar Aspan, Kasat Binmas Polres Kobar IPTU Dwi Gatot Asmoro dan sejumlah SOPD di lingkungan Pemkab Kobar.

Baca juga: KM Satya Kencana III Tenggelam di Kobar, Ditarget Sebelum Nataru 2023 Sudah Dievakuasi

Baca juga: Dorong Geliat Ekonomi UMKM Kobar, Pemkab Dukung Pasar Rakyat Marunting Night Market

Baca juga: TPU SKIP Pangkalan Bun Ditutup, Pemkab Kobar Siapkan Lahan Baru Seluas 3 Hektare

Baca juga: Pj Bupati Kobar Apresiasi Peresmian Rumah Restorative Justice Pertama di Desa Pandu Senjaya

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kobar, selama 4 tahun terkahir sejak tahun 2018 - 2022, jumlah Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) yang pernah mendapat pengobatan ARV dari pemerintah sebanyak 144 orang, dan mengalami peningkatan.
Asisten 3 Setda Kobar Syahrudin menyampaikan, bahwa Virus HIV-AIDS bahaya laten yang susah terpantau. Sehingga perlu kerjasama yang baik dari KPA ini.

"Ini perlu kita tanggulangi bersama, dan perlu kerjasama antar lini," kata Syahrudin.

Ditempat yang sama, Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois melalui Kabid PKP Jhonferi Sidabalok mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan penanggulangan HIV/AIDS, baik dari segi pencegahan maupun penanganannya.

"Pemerintah daerah menyiapkan 18 fasilitas kesehatan dan 3 rumah sakit untuk  pelayanan pengobatan ARV untuk ODHIV sekaligus screening. Saat ini kita menyiapkan puskesmas Kumai dan Puskemas Riam Durian," ujar dia.

Ia juga menerangkan bahwa sejatinya pengidap HIV-AIDS tidak akan menularkan virus kepada pasangannya asalkan rutin mendapat pengobatan ARV.

Untuk itu, Jhonferi meminta masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap pengidap HIV-AIDS.

"Hal yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat bahwa orang dengan HIV bisa tidak menularkan ke pasangannya apabila berobat secara teratur. Masyarakat perlu diedukasi agar tidak melakukan diskriminasi terhadap mereka," jelasnya.

Baca juga: Beraksi Saat Pemilik Salat, Pria Ini Terekam CCTV Diduga Curi Ranmor Warga Murjani Palangkaraya

Baca juga: Dampak Banjir di Sentra Produksi, Harga Sembako di Pasar Tradisional Palangkaraya Naik

Baca juga: Warung Jablai Lingkar Selatan Sampit Menjamur, Wabup Kotim Irawati Ancam Beri Sanksi Adat

Meski begitu, sambung Jhonferi, dari jumlah 144 orang ODHA di Kobar, 27 orang di antaranya keluar (drop out) dari pengobatan ARV tanpa ada alasan yang jelas, sehingga perlu upaya agar mereka kembali rutin berobat.

"ODHIV lost to follow up sebanyak 27 orang. Ini harus diajak kembali agar kembali minum ARV. Di sini lah peran KPAD," tuturnya.

Rencananya pada tanggal 1 Desember mendatang, Pemkab Kobar bakal mengadakan peringatan hari AIDS se-dunia sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat. (*)

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved