Berita Kotim Kalteng
Kadisdik Kotim Tanggapi Dugaan Penggelapan Uang pada Salah Satu di Kota Sampit Kalteng
Disdik Kotim berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tabungan siswa di seluruh sekolah, termasuk TK.
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Dugaan kasus penggelapan uang tabungan peserta didik yang terjadi pada salah satu TK di Kota Sampit mencuat.
Isu itu kembali ramai dan Dinas Pendidikan (Disdik) berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tabungan siswa di seluruh sekolah, termasuk TK.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kotawaringin Timur (Kotim), M Irfansyah membenarkan atas informasi tersebut.
Baca juga: Sidang Tuntutan Perkara Pelaku UMKM Tanpa Izin Edar di Kotim Kembali Ditunda, Kuasa Hukum Kecewa
Baca juga: Bupati Kotim Tegaskan Sanksi Adat Masih Berlaku MB Ketapang dan Diberlakukan Seluruh Wilayah
Baca juga: Majukan Dunia Pendidikan, PJ Sekda Masri Hadiri Kegiatan Konferensi PGRI Kotim Kalteng
“Iya kami telah menerima laporan, kemarin kami panggil kepala sekolah, ternyata memang benar terjadi penggelapan dana tabungan peserta didik," katanya, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan, saat ini pihak sekolah dan yayasan di TK itu sudah mengakui serta menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Termasuk pihak sekolah juga telah membuat surat pernyataan kesanggupan mengembalikan dana, dengan sebagian tabungan sudah mulai dikembalikan ke orang tua peserta didik.
“Namun, untuk proses pengembaliannya belum selesai dan kami sudah minta mereka menargetkan penyelesaian dalam waktu dekat dan itu sudah dituangkan secara resmi dalam surat pernyataan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Irfansyah mengakui selama ini sistem tabungan siswa, khususnya di jenjang PAUD dan SD, masih lemah karena belum terintegrasi dengan lembaga keuangan resmi.
Menurutnya, saat ini banyak sekolah yang masih menitipkan uang tabungan ke guru, karena siswa belum cukup umur untuk membuka rekening pribadi.
“Di sinilah titik lemahnya, saat ini kita akan dorong kerja sama langsung dengan pihak bank," benernya.
M Irfansyah juga memberi contoh seperti yang dilakukan oleh SMPN 1 dan SMPN 2 Sampit yang sudah bekerja sama dengan Bank Kalteng, yang secara rutin datang ke sekolah untuk melayani siswa menabung
Kadisdik Kotim pun kini tengah menjajaki kerja sama lebih luas dengan Bank Kalteng Cabang Sampit, agar program Tabungan pelajar bisa diterapkan mulai dari jenjang PAUD dan TK.
Meski menjadi sorotan publik, Disdik Kotim berharap permasalahan di TK tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat sekolah yang bersangkutan adalah lembaga swasta.
“Kami tidak ingin persoalan ini masuk ranah hukum. Kalau bisa diselesaikan bersama antara pihak sekolah dan orang tua siswa, tentu lebih baik," harapnya.
Namun demikian, M Irfansyah menyebut hal tersebut menjadi pelajaran penting agar pengelolaan uang siswa ke depan lebih transparan dan profesional.
Nenek-nenek di Baamang Hulu Kotim Kalteng Tampil Percaya Diri di Catwalk, Meriahkan HUT ke-80 RI |
![]() |
---|
Warga Minta Biaya Bongkar Kandang Ayam, BKSDA Kotim Ingatkan Ancaman Buaya di Sungai Mentaya |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kotim Dukung Proses Hukum Dugaan Korupsi Alat Berat di Dinas Pertanian |
![]() |
---|
Posbakum Dibentuk di MB Ketapang, Anggota DPRD Kotim Harap Desa dan Kelurahan Menyusul |
![]() |
---|
Genangan Air Disorot, Kepala DSDABMBKPRKP Kotim: Drainase Permanen Sangat Dibutuhkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.