Demo Hari Ini
GMNI Kotim Kecam Polisi Lindas Driver Ojol dengan Baracuda, Sebut Ciderai Nilai Kemanusiaan
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kotawaringin Timur (Kotim), mengecam keras tindakan represif polisi tabrak drivel ojol dengan baracuda
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kotawaringin Timur (Kotim), mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian yang diduga melindas seorang pengemudi Ojek Online dengan kendaraan taktis baracuda.
Peristiwa itu dinilai tidak hanya melukai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat dan merusak citra institusi Polri di mata publik.
Ketua DPC GMNI Kotim Wahyu Ceria menegaskan, tindakan brutal tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.
Menurutnya, polisi seharusnya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan justru menebar ancaman kepada rakyat kecil yang sedang mencari nafkah.
“Polri adalah institusi yang dibangun dari uang rakyat. Maka, tidak seharusnya rakyat menjadi korban dari alat negara yang sejatinya harus melindungi. Kejadian ini sangat kami sesalkan dan harus segera ditindak tegas,” ujar Wahyu, Jumat (29/8/2025).
Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan adanya praktik arogansi kekuasaan yang jauh dari semangat reformasi kepolisian.
Hal ini berpotensi semakin memperlebar jarak antara aparat dengan masyarakat yang mestinya dilayani.
GMNI Kotim pun menyampaikan tiga tuntutan tegas kepada Polri.
Pertama, mendesak pengusutan tuntas atas peristiwa tersebut serta memastikan oknum pelaku diproses hukum secara transparan.
Kedua, meminta sanksi tegas dijatuhkan kepada pihak yang bertanggung jawab.
Ketiga, mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengendalian massa dan penggunaan kendaraan taktis, agar tidak lagi menimbulkan ancaman bagi keselamatan rakyat.
Lebih lanjut, GMNI juga menyerukan solidaritas dari masyarakat sipil, kalangan mahasiswa, hingga kaum muda untuk ikut serta mengawal kasus ini.
Menurutnya, keberpihakan rakyat terhadap korban adalah bentuk nyata perjuangan menegakkan demokrasi.
“Perjuangan menegakkan keadilan dan demokrasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk tidak tinggal diam terhadap peristiwa ini,” tegas Wahyu.
Baca juga: Reaksi BEM UI dan Demo Jakarta Hari ini ke Polda Metro Jaya, Berikut isi Tuntutan Mahasiswa
Baca juga: Ada Pangkat Kompol, ini Daftar Pangkat 7 Anggota Brimob Pasca Insiden Rantis Hilangkan Nyawa Ojol
Ia juga menegaskan, GMNI Kotim akan terus berdiri di garda terdepan bersama masyarakat.
Setiap bentuk pelanggaran hak asasi manusia, kata Wahyu, tidak boleh dibiarkan begitu saja.
“Seperti pesan Bung Karno, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Kejadian ini harus menjadi peringatan agar aparat tidak lagi bertindak di luar batas kemanusiaan dan hukum,” pungkasnya.
Demo di Palangka Raya, Masa Aliansi Rekontal Akan Gelar Aksi di Depan Mapolda Kalteng |
![]() |
---|
Hari ini Jumat 29 Agustus 2025 Ulang Tahun DPR RI, Berikut Sejarah DPR Tugas dan Wewenang |
![]() |
---|
Ada Pangkat Kompol, ini Daftar Pangkat 7 Anggota Brimob Pasca Insiden Rantis Hilangkan Nyawa Ojol |
![]() |
---|
Reaksi BEM UI dan Demo Jakarta Hari ini ke Polda Metro Jaya, Berikut isi Tuntutan Mahasiswa |
![]() |
---|
Jadwal Demo Hari ini Ada? Update Ojol Korban Rantis Brimob, Reaksi Kapolda Metro jaya Irjen Asep |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.