Berita Kotim Kalteng

BPS Kotim Sebut Rokok dan Minyak Goreng Jadi Sebab Inflasi di Kota Sampit Kalteng

Dua komoditas utama penyumbang inflasi terbesar adalah sigaret kretek mesin (SKM) dan minyak goreng. 

Herman Antoni Saputra/Tribunkalteng.com
PASAR - Seorang penjual cabai dan sayur-sayuran di Pasar Keramat Sampit Baamang, beberapa waktu yang lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan (year-on-year) pada Mei 2025 sebesar 0,69 persen. 

Sejumlah komoditas turut mengalami kenaikan, namun daya beli masyarakat disebut relatif aman.

Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga.

Baca juga: BPBD Analisa Kerugian Ekonomi Dampak Karhutla di Kotim Capai Rp 37 M, Ini Daftar Daerah di Kalteng

Baca juga: Tren Baru di Sampit Kotim Kalteng Fenomena Kopi Keliling Ramah Di Kantong Pembeli

Baca juga: Kepala BKPSDM Kotim: Muara Layanan Berkualitas Berawal dari Disiplin dan Integritas Pegawai

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa dua komoditas utama penyumbang inflasi terbesar adalah sigaret kretek mesin (SKM) dan minyak goreng. 

Menurutnya, masing-masing komoditas itu menyumbang 0,22 persen dan 0,21 persen terhadap inflasi.

“Komoditas seperti kopi bubuk, nasi dengan lauk, dan cabai rawit juga ikut memberikan andil, meskipun lebih kecil," ujar Eddy Surahman, pada Jumat (13/6/2025). 

"Sementara di luar kelompok makanan, emas perhiasan dan biaya pendidikan ikut memberi tekanan inflasi,” imbuhnya. 

Dibandingkan tahun lalu, angka inflasi di Mei 2025 ini menurun cukup drastis.

Pada Mei 2023 inflasi y-on-y sempat menyentuh 3,25 persen. 

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya penurunan tekanan harga, setidaknya sepanjang tahun ini.

Dari sisi waktu berjalan (year to date), inflasi hingga Mei 2025 mencapai 0,86 persen. 

Sedangkan secara bulanan (month to month), Kota Sampit malah mengalami deflasi 0,10 persen. 

Hal tersebut yang membuat beberapa harga komoditas mengalami penurunan selama Mei.

”Deflasi bulan lalu paling besar disumbang oleh cabai rawit dengan andil -0,20 persen, diikuti oleh bawang merah, kangkung, dan bayam, ini menunjukkan penurunan harga bahan makanan segar cukup terasa,” ungkapnya. 

BPS Kotim juga mencatat sejumlah komoditas yang konsisten menjadi pemicu inflasi dari bulan ke bulan sepanjang 2025. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved