Berita Kotim Kalteng

Tren Baru di Sampit Kotim Kalteng Fenomena Kopi Keliling Ramah Di Kantong Pembeli

Kopi Keliling, atau yang akrab disebut Kopling, menjadi tren baru di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dirasa murah ramah di kantong

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
KOPI KELILING - Satu diantara penjual kopi Keliling bernama Ari yang berjualan di sekitar Taman Kota Sampit, Jumat (14/6/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Kopi Keliling, atau yang akrab disebut Kopling, menjadi tren baru di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. 

Dengan menggunakan sepeda listrik, para penjual kopi ini menawarkan berbagai jenis minuman kopi sambil berkeliling.

Hal tersebut menjadikannya alternatif unik dibandingkan warung kopi (warkop) atau coffee shop.

Biasanya, Kopi Keliling ini berhenti di lokasi strategis dan ramai, seperti taman atau jalan utama, sehingga mudah dijangkau oleh pembeli. 

Menurut Ari, salah satu penjual Kopi Keliling dari “Candu Kopi”, usaha ini baru beroperasi sekitar sudah hampir satu tahun. 

Dimulai hanya dengan satu gerobak kopi, kini jumlahnya bertambah hingga lima gerobak, seiring dengan meningkatnya minat konsumen.

"Kalau kita ini masih baru, tapi usaha Kopi Keliling ini sudah ada sekitar hampir satu tahun yang lalu,” katanya, Jumat (13/6/2025). 

Ari mengungkapkan bahwa waktu tersibuk dalam sehari biasanya terjadi pada sore hari. 

Untuk usahanya sendiri beroperasi di pagi hari hingga malam hari. 

Gerobak kopi mereka tersebar di lokasi-lokasi strategis, yang ada di Sampit, Kotim, satu diantaranya di Jalan S Parman dekat Taman Kota Sampit

"Untuk waktu gak nentu tapi biasanya pagi dan selese jualan kalo sudah habis atau malam," bebernya. 

Minuman yang ditawarkannya, memiliki beragam varian rasa dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp14 ribu.

Beberapa pilihan rasa yang tersedia di antaranya adalah kopi susu gula aren, kopi susu butterscotch, kopi susu salted caramel, hingga Macha. 

Menurut Ari, kopi susu butterscotch adalah varian yang paling laris. 

Selain Candu Kopi, masih banyak gerobak Kopi Keliling lainnya yang berjejer di sepanjang Jalan  S Parman dan Yos Sudarso Sampit

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved