Berita Kotim Kalteng

Memiliki 459 Koleksi, Musem Kayu Sampit Ajang Wisata Edukasi Kejayaan Kotim Kalteng Masa Lampau

Museum Kayu Sampit Kotim menjadi pilihan tepat bagi kalangan generasi muda sebagai ajang wisata edukasi, mengenal akan kejayaan di masa lampau

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
MUSEUM - Salah satu koleksi ukiran berbentuk lukisan terpampang di Museum Kayu Sampit, Kotim. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Museum Kayu Sampit menjadi pilihan tepat bagi kalangan generasi muda sebagai ajang wisata edukasi, yang berkaitan dengan peninggalan masa lampau di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Ada ratusan koleksi yang bisa dinikmati para pengunjung secara gratis.

Museum Kayu sendiri memberi gambaran seperti apa wujud perkakas atau peralatan berbahan kayu yang digunakan masyarakat di masa lampau. 

Museum ini baru dibangun pada 2003 lalu di atas lahan seluas 1.500 meter persegi, dan diresmikan setahun setelahnya, yakni di Oktober 2004.

Bangunannya, museum kayu ini sendiri terbuat dari beton yang dipadukan dengan arsitektur tradisional serta modern, dan terdiri dari dua lantai. 

Museum Kayu Sampit terdiri dari ruang pamer tetap serta ruang penyimpanan koleksi dan ruang administrasi.

Menurut Kepala UPTD Museum Kayu Sampit, Dwi Astuti Warnani, tujuan pendirian Museum Kayu Sampit sendiri dilakukan untuk menjadi saksi berjayanya Kota Sampit akan hasil perkayuan. 

Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya ragam koleksi peralatan atau alat perkakas berbahan dasar kayu, yang disimpan untuk sarana edukasi bagi para pengunjung.

"Total koleksi kami ada 459 item, itu sudah digabung baik dari yang bersejarah asli, maupun replika ataupun hasil lomba-lomba yang diadakan oleh pihak museum," katanya, Kamis (29/5/2025). 

Dwi mengatakan, para pengunjung yang datang ke tempat ini bisa mengeksplor berbagai barang bersejarah dimasa lampau. 

Barang bersejarah itu sendiri berupa berbagai macam kayu, mulai dari alat pengolahan kayu gelondongan, alat komunikasi, alat dapur, alat penangkap ikan, hingga alat transportasi.

Selain itu, koleksi yang dimiliki juga dilengkapi dengan berbagai jenis kayu berkualitas yang sudah ada sejak lama, mulai dari kayu ramin, dowel, meranti kuning, kemfa hingga ulin. 

"Untuk koleksi kayu-kayu ini sebagian ditampilkan dalam bentuk furnitur, sedangkan sebagiannya lagi dipamerkan dalam bentuk sampel berupa potongan," bebernya. 

Di lain sisi meski bernama museum kayu, namun di lokasi ini ada beberapa koleksi unik yang juga tak kalah menarik untuk dilihat. 

Dwi juga mengenalkan barang-barang peninggalan zaman bahari, seperti relief perjuangan rakyat Samuda yang terbuat dari kayu jati dan dibuat di Jepara 2005. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved