Berita Kotim
Berkeliaran 9 Hari di Bandara H Asan Sampit Kalteng, Orangutan Jantan 30 Tahun Berhasil Dievakuasi
BKSDA Pos Sampit berhasil evakuasi Orangutan jantan seberat 82,6 Kg usai 30 tahun dari kawasan Bandara H Asan Sampit, setelah 9 hari berkeliaran
Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Balai Konservasi SUmber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil evakuasi orangutan jantan seberat 82,6 Kg dari kawasan Bandara H Asan Sampit Kalteng, Jumat (26/4/2024) malam.
Tepatnya di Jalan Semekto, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Pasalnya orangutan jantan tersebut sudah berkeliaran di kawasan Bandara H Asan Sampit Kalteng selama 9 hari.
Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah membenarkan terkait evakuasi orangutan jantan tersebut oleh tim gabungan.
“BKSDA Kalteng bersama yayasan Orang Utan Foundation International (OFI), petugas pengamanan bandara, Manggala Agni, dan komunitas reptil sampit berhasil mengevakuasi satu individu orangutan jantan,” terangnya saat dihubungi Tribunkalteng, Sabtu (27/4/2024).
Muriansyah mengatakan, bahwa orangutan jantan tersebut diperkirakan berusia 30 tahun dan memiliki berat badan 82,6 Kg.
“Kita mendapat laporan awal pada pukul 11.00 WIB dari masyarakat dan langsung dilakukan pengawasan oleh anggota Resort Sampit,” jelasnya.
Komandan Pos Sampit pun menghubungi pimpinan SKW 2 Pangkalan Bun untuk melakukan rescue atau penyelamatan orangutan.
“Saat melakukan penyelamatan, orangutan jantan sempat berpindah-pindah posisi, hal tersebut dikarenakan banyaknya masayarakat yang ingin melihat orangutan tersebut,” ujar Muriansyah.
Petugas pun meminta dan memberikan masyarakat agar tidak mendekat pada area orangutan jantan tersebut agar proses evakuasi berjalan lancar.
“Setelah tim Rescue Pangkalan Bun tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi pada orangutan dengan cara dibius,” ungkap Muriansyah.
Proses evakuasi harus memakan waktu kurang lebih 3 jam dan proses berlangsung pada malam hati.
Petugas pun sempat mendapatkan kendala saat proses evakuasi orangutan dilakukan petugas gabungan.
“Giat rescue terkendala hujan, hari gelap karena malam hari, dan orangutan yang sudah terbius harus tersangkut pada pohon dengan ketinggian sekitar 25 meter,” helas Muriansyah.
Alhasil, seorang petugas pun memanjat pohon dan mengikatkan tali pada orangutan agar proses penurunan berjalan lancar.
Baca juga: Orangutan Dewasa Masuk Kawasan Bandara H Asan Sampit, BKSDA Menduga Karena Tertarik Kebun Buah Warga
Baca juga: Rawan Ganggu Penerbangan, Orangutan Nyasar di Bandara H Asan Sampit Dipantau BKSDA Hingga Malam Hari
Baca juga: Usai Dibius Butuh Waktu 2 Jam, BKSDA Pos Sampit Akhirnya Berhasil Rescue Orangutan di Seranau Kotim
Tren Sepeda Listrik di Kalangan Anak di Kotim Dinilai Berbahaya, Satlantas Ingatkan Orang Tua |
![]() |
---|
Drainase di Jalan Desmon Ali Sampit Kotim Tersumbat Sampah Plastik, Bau Menyengat |
![]() |
---|
Ibu dan Anak di Sampit Dikabarkan Kelaparan, Pemkab Kotim Turun Tangan |
![]() |
---|
Kabar Duka, Makam Ayah dan Anak Berdampingan Pasca Kecelakaan di Samuda Kotim Kalteng |
![]() |
---|
Penjaga Malam di Baamang Kotim Ditetapkan Tersangka Kasus Pengrusakan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.