Update Banjir Kotim, Desa Menjalin Parenggean Terendam hingga 1,5 Meter
Bencana banjir di Kotim, Kalimantan Tengah atau Kalteng masih belum usai bahkan kini titik banjir bertambah di Kecamatan Parenggean
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENNG, SAMPIT - Bencana banjir di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah atau Kalteng masih belum usai bahkan kini titik banjir bertambah di Kecamatan Parenggean, Kotim.
Desa Manjalin, Parenggean, Kotim jadi titik banjir terbaru, bahkan terendam lebih dari satu meter.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Kotim Multazam.
Saat ini tercatat 23 desa dari enam kecamatan serta 1.110 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.
"Desa Manjalin jadi titik banjir terbaru, terendam 1,5 meter," ungkap Multazam.
Baca juga: BPBPK Kalteng Catat 5 Wilayah Dilanda Banjir Tahun 2024, Barito Selatan Terparah 5.302 KK Terdampak
Multazam mengungkapkan data tersebut dihimpun oleh tim di lapangan dengan mengutamakan kecepatan sehingga masih mungkin akan berubah.
Berdasaekan data terbaru yang di rilis BPBD Kotim pada Rabu (8/2/2024) pukul 08.00 WIB sebanyak 35 KK terkena dampak banjir di Desa Manjalin, Parenggean bahkan 13 di antaranya terpaksa mengungsi.
Meski tercatat 23 desa dari 6 kecamatan terdampak banjir, Multazam mengatakan sebagian besar titik banjir sudah surut.
Saat ini titik yang masih terendam banjir adalah Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi serta Desa Bejarau, Tehang, dan Manjalin di Kecamatan Parenggean.
"Beberapa titik yang sebelumnya dikabarkan terendam banjir saat ini sudah surut hanya tinggal di Kota Besi dan Parenggean yang masih terendam," jelas Multazam.
Baca juga: Antisipasi Warga Terdampak Banjir Rawan Terserang Penyakit, Dinkes Kotim Siapkan Obat-obatan
Diberitakan sebelumnya empat kecamatan lainnya yang sempat terendam banjir yakni Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Mentaya Hulu, dan Tualan Hulu.
Multazam mengingatkan potensi banjir meningkat masih ada terutama di Desa Hanjalipan, Kota Besi yang masih terendam banjir dengan ketinggian 30-112 sentimeter.
Hingga saat ini dikabarkan dampak banjir di Desa Hanjalipan membuat sekolah diliburkan dan jaringan telekomunikasi terputus sehingga menylulitkan komunikasi dengan petugas di desa tersebut.
Multazam membeberkan saat ini petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim sedang melakukan kaji cepat di lokasi banjir.
"TRC sedang melakukan kaji cepat, semoga secepatnya ada informasi terbaru," pungkasnya.
| Warga Kecamatan Pulau Hanaut Kotim Waspada Kekeringan, Imbau Air Tanah Tak Layak Konsumsi |
|
|---|
| Kesiapsiagaan BPBD Kotim Hadapi Karhutla dan Kekeringan, Risiko Tinggi Teluk Sampit jadi Fokus |
|
|---|
| Siswa MTs Tenggelam di Parenggean, Tim BPBD Kotim Turun Lakukan Pencarian |
|
|---|
| Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Kotim Imbau Warga Panen Air Hujan dan Waspada Buaya |
|
|---|
| Harga Dexlite Naik, Penanggulangan Bencana Tak Maksimal, Operasional BPBD Kotim Terancam Tersendat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/banjir-di-Desa-Manjalin-Kecamatan-Parenggean-Kotim.jpg)