Buaya Kotim Tertangkap Nelayan
Cegah Serangan Buaya, BKSDA Pos Sampit Pasang Spanduk Imbauan Waspada di Desa Sei Ijum Raya
Cegah Serangan Buaya, BKSDA Pos Sampit Pasang Spanduk Imbauan Waspada di Desa Sei Ijum Raya
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Cegah Serangan Buaya terhadap warga, BKSDA Pos Sampit memasang spanduk Imbauan waspada di Desa Sei Ijum Raya.
Pemasangan itu Pasca ditangkapnya seekor buaya muara oleh warga Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Pos Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memasang spanduk imbauan waspada buaya di desa tersebut.
Spanduk yang di pasang BKSDA Pos Sampit itu, bukan hanya sebagai peringatan bagi warga terkait bahaya serangan buaya di lokasi tersebut, tapi sekaligus media edukasi bagi warga akan tindakan apa saja yang dapat memancing kedatangan hewan yang terkenal ganas tersebut.
“Selain mengevakuasi buaya tangkapan warga, kami juga memberikan pengarahan dan memasang spanduk imbauan terkait tindakan atau aktivitas yang menyebabkan buaya mendekati area permukiman,” kata Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, Rabu (12/07/2023).
Baca juga: Buaya Terperangkap Jaring Nelayan Mentaya Hilir Selatan, Begini BKSDA Pos Sampit Lakukan Evakuasi
Baca juga: BREAKING NEWS, Buaya 3 Meter di Kotim Tertangkap Warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan
Baca juga: 15 Bangunan di Banjarmasin Hangus, 16 Kepala Keluarga Terdampak Kebakaran di Simpang Pilot
Ia menyampaikan, kemunculan buaya di wilayah tersebut memang bukan hal baru bagi warga setempat. Namun, rupanya tak sedikit warga yang belum paham hal-hal apa saja yang membuat buaya sampai masuk ke kawasan permukiman.
Muriansyah pun menjelaskan, ada 3 penyebab buaya mendekati area permukiman. Pertama, aktivitas pemeliharaan ternak di atas atau tepi sungai. Kedua, pembuangan bangkai binatang ke sungai.
Ketiga, adanya aktivitas pembuangan sampah rumah tangga ke sungai, dalam hal ini memang bukan buayanya yang tertarik atau memakan sampah rumah tangga yang dibuang manusia.
Tapi, satwa lain yang tertarik dengan sampah tersebut, seperti monyet atau biaya, dan satwa ini lah yang menjadi incaran atau mangsa dari buaya.
Kondisi ini juga dipengaruhi dampak berkurangnya sumber makan di habitat aslinya yang membuat buaya sampai masuk ke permukiman untuk mendapatkan mangsa.
“Kalau dari pantauan kami di desa itu sebenarnya bukan habitat buaya, tapi karena adanya aktivitas warga yang memelihara ternak di tepi sungai membuat buaya dari tempat lain datang ke lokasi itu untuk mencari mangsa,” ujarnya.
Dari pantauan pihaknya, tak sedikit warga yang bermukim di tepi sungai yang memelihara unggas, baik itu itik maupun ayam.
Bahkan, ternak itik ini sering kali dibiarkan berenang di sungai dan kondisi ini diduga memancing kedatangan buaya.

Dugaan lainnya, ternak yang sudah mati langsung dibuang ke sungai dan menjadi santapan buaya. Muriansyah menyebutkan, dugaan ini pun diperkuat dengan pengakuan warga, bahwa ternak mereka yang mati tidak dikubur tapi langsung dibuang ke sungai.
“Alasannya, karena disana tidak ada tempat pembuangan sampah, jadi sampah-sampah dan bangkai ternak itu langsung dibuang ke sungai. Itu pengakuan warga yang kami temui,” imbuhnya.
Adapun, dengan dipasangnya spanduk imbauan di lokasi tersebut ia berharap warga akan lebih paham dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat memancing kedatangan buaya.
Petugas BKSDA Pos Sampit, Serahkan Buaya Tangkapan Warga MHS ke Lokasi SKW II Pangkalanbun |
![]() |
---|
Pasca Penangkapan Buaya Berukuran 3 Meter, Warga Sei Ijum Raya Beraktivitas Seperti Biasa |
![]() |
---|
Buaya Muncul ke Kawasan Permukiman, Pemandangan Biasa Bagi Warga Mentaya Hilir Selatan |
![]() |
---|
Buaya Terperangkap Jaring Nelayan Mentaya Hilir Selatan, Begini BKSDA Pos Sampit Lakukan Evakuasi |
![]() |
---|
BREAKING NEWS, Buaya 3 Meter di Kotim Tertangkap Warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.