Buaya Kotim Tertangkap Nelayan
Buaya Terperangkap Jaring Nelayan Mentaya Hilir Selatan, Begini BKSDA Pos Sampit Lakukan Evakuasi
Buaya Terperangkap Jaring Nelayan Mentaya Hilir Selatan, Begini BKSDA Pos Sampit Lakukan Evakuasi
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Buaya Terperangkap Jaring Nelayan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur langsung ditangani BKSDA Pos Sampit.
Begini BKSDA Pos Sampit dalam melakukan evakuasi buaya 3 Meter di Kotim yang terperangkap jaring ikan nelayan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Pos Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengevakuasi seekor buaya muara tangkapan warga Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS).
Buaya berukuran sekira 3 meter itu mau tidak mau ditangkap oleh warga setelah tidak sengaja tersangkut pada jaring ikan milik nelayan yang beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS) Mentaya.
Baca juga: NEWS VIDEO, Aksi Emak-emak di Palangkaraya Viral di Medsos, Kepergok Saat Curi Barang di Toko
Baca juga: BREAKING NEWS, Buaya 3 Meter di Kotim Tertangkap Warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan
Baca juga: Angkut Tandon Lewati Jembatan Setapak, Aksi Ekstrem Kuli Panggul Pelabuhan Gresik Viral di Medsos
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah pun menceritakan kronologi evakuasi buaya tersebut.
“Tepatnya pada 9 Juli 2023 lalu, kami mendapat laporan dari pihak kecamatan tentang penangkapan 1 ekor buaya oleh warga. Buaya ini tanpa sengaja tersangkut jaring ikan milik nelayan bernama Aman yang melapor ke pihak desa dan diteruskan ke pihak kecamatan,” kata Muriansyah.
Ia meneruskan, setelah mendapat laporan tersebut pada hari yang sama ia dibantu dua anggota Manggala Agni Posko Jaga Sampit segera meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi satwa liar yang dilindungi Undang-Undang tersebut.
Ketika tiba di lokasi, kondisi buaya sudah diamankan oleh pihak desa dengan diikat dan dimasukan ke dalam bekas kolam ikan.
Lalu, dilakukan giat serah terima buaya muara yang memiliki panjang 3 meter dan berjenis kelamin betina itu dengan disaksikan oleh pihak Polsek dan staf desa Sei Ijum Raya.
“Saat itu kami juga memeriksa kondisi buaya dan tidak ditemukan luka, namun kondisi buaya tampak lemas. Kami juga memeriksa tali yang mengikat dan ada beberapa tali yang kami coba perkuat,” ujarnya.

Lanjutnya, dari keterangan warga dan staf desa setempat di wilayah tersebut memang sering terlihat kemunculan buaya.
Disebutkan pula ada beberapa ekor buaya yang sempat dilihat warga. Bahkan, ada buaya yang berukuran sekira 4 sampai 5 meter.
Warga juga mengaku bahwa tak sedikit ternak unggas mereka yang menjadi santapan predator air tersebut.
Meski demikian, berdasarkan data BKSDA Pos Jaga Sampit di lokasi tersebut belum pernah ada kejadian konflik antara buaya dan manusia.
“Kalau konflik antara buaya dan manusia di Sei Ijum Raya dari data kami tidak pernah terjadi . Dan harapan kami tidak akan terjadi. Warga pun telah kami imbau untuk selau berhati-hati ketika beraktivitas di sungai atau tepi sungai,” ucapnya.
Adapun, saat ini buaya betina tersebut berada dibawah pengamanan BKSDA Pos Jaga Sampit sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait akan dibawa ke mana satwa itu selanjutnya. (*)
Petugas BKSDA Pos Sampit, Serahkan Buaya Tangkapan Warga MHS ke Lokasi SKW II Pangkalanbun |
![]() |
---|
Pasca Penangkapan Buaya Berukuran 3 Meter, Warga Sei Ijum Raya Beraktivitas Seperti Biasa |
![]() |
---|
Buaya Muncul ke Kawasan Permukiman, Pemandangan Biasa Bagi Warga Mentaya Hilir Selatan |
![]() |
---|
Cegah Serangan Buaya, BKSDA Pos Sampit Pasang Spanduk Imbauan Waspada di Desa Sei Ijum Raya |
![]() |
---|
BREAKING NEWS, Buaya 3 Meter di Kotim Tertangkap Warga Kecamatan Mentaya Hilir Selatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.