Berita Palangkaraya

Festival Kopi Dayak Go Global, Talkshow Soal Kopi Dayak Kalteng Jadi Pembahasan Menarik

Festival Kopi Dayak Go Global Memeriahkan HUT ke-1 Tribunkaltng.com, Turut Digelar Talkshow Kopi Dayak Go Global yang Jadi Perbincangan Menarik.

Penulis: Ghorby Sugianto | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto
Festival Kopi Dayak Go Global Memeriahkan HUT ke-1 Tribunkalteng.com, Turut Digelar Talkshow Kopi Dayak Go Global yang Jadi Perbincangan Menarik, kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Dekranasda Kalteng Jalan Imam Bonjol Palangkaraya, Sabtu (1/10/2022) sore. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - HUT ke-1 Tribunkalteng.com merupakan media online terbesar di Kalimantan Tengah Tribunkalteng.com makin semarak dan tajam dengan adanya talkshow bertajuk Kopi Dayak Go Global.

Tema tersebut menggenapi jargon Tribunkalteng.com yaitu mata lokal menjangkau Indonesia yang terus didengung-dengungkan media yang tergabung dalam Tribun Network, Kompas Gramedia.

Talkshow yang digelar di jalan Imam Bonjol, halaman Dekranasda Kalteng, Palangkaraya itu mengundang 4 narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Dari Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustiran Provinsi Kalteng, Aster Bonawaty, Wakil Ketua Umum KADIN, Hj Nataliasi, Akedemisi Universitas Palangkaraya,  Fitria Husnataria dan praktisi kopi Dayak, Erika.

Baca juga: Operasi Zebra Telabang 2022 di Kalteng, Pengendara di Bawah Umur & Main HP Berkendaraan Jadi Sasaran

Baca juga: Pengeroyokan di Pub Hotel Frienship Batulicin Kalsel, Satu Orang Diamankan Pelaku Lainnya Diburu

Baca juga: Perempuan Simpang Belitung Banjarmasin, Tergeletak di Belakang UMB Diduga Korban Penjambretan

Dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi Tribunkalteng.com, Anjar Wulandari talkshow tersebut mengupas bagaimana menduniakan kopi Dayak.

"Kalteng terkenal dengan batubara, tambang dan perkebunan sawit. Adanya komoditas kopi yang memiliki ciri khas unik dan mempunyai peluang ini perlu dilirik pemerintah setempat," kata Anjar Wulandari, Sabtu (1/10/2022).

Dia pertama kali melempar pertanyaan kepada Erika, praktisi kopi yang juga pendeta ini berbagi cerita bagaimana asal mula kopi Dayak, jenis kopi, kendala, keunggulan dan peran pemerintah.

Aster Bonawaty dalam penjelasannya, pemerintah sudah berperan membuka komoditas kopi dan lainnya untuk semakin berkembang.

Seperti pendampingan, pembinaan, dipermudahkan izinnya sampai ada rumah kemasan yang ditujukan kepada pelaku industri kecil menengah maupun mikro.

Selanjutnya Hj Nataliasi membeberkan kopi Dayak di Kalteng memiliki ciri khas unik dengan percampuran hasil alam Bumi Tambun Bungai.

Racikan kopi dipadu sintuk madu, bajakah, dan pasak bumi membuat konsumen kopi mendapatkan manfaat ganda dari biji kopi itu sendiri.

"Kami dari KADIN Kalteng siap mendukung dan memfasilitasi para pelaku ekonomi lokal ini," jelas Hj Nataliasi.

Baca juga: Launching Aplikasi SIPIMAKAI Pemkab Kotim, Pinjam Pakai Alat Berat Lebih Transparan Lewat Aplikasi

Baca juga: Mal Pelayanan Publik Kotim Tahun 2023 Operasional, Akan Melayani 252 Jenis Pelayanan Masyarakat

Baca juga: Dampak Pasar Murah di Sampit, Sembilan Komoditi Alami Deflasi, Kotim Dapat Insentif Rp 10,5 Miliar

Sementara itu, Fitria Husnataria menuturkan jika yang perlu dipersiapkan untuk kopi Dayak Go Global adalah ujung tombak pasar atau marketing, selain bahan baku perlu dijamin stok dan mutunya.

"Yang paling penting adalah market kopi ini, karena ini adalah ujung tombak dan perlu intervensi dari pemerintah yang bekerjasama dengan pelaku ekonomi," jelasnya.

HUT ke-1 Tribunkalteng.com, Pemimpin Redaksi Tribunkalteng.com Anjar Wulandari bersama tamu undangan saat merayakan HUT ke 1 Tribunkalteng.con di halaman Dekranasda Kalteng, Sabtu (1/10/2022).
HUT ke-1 Tribunkalteng.com, Pemimpin Redaksi Tribunkalteng.com Anjar Wulandari bersama tamu undangan saat merayakan HUT ke 1 Tribunkalteng.com di halaman Dekranasda Kalteng, Sabtu (1/10/2022). (Tribunkalteng.com/ Ghorby Sugianto)

Dia mengisahkan pengalamannya saat berkunjung di Aceh, seorang sopir yang menjemputnya mengatakan jika tak afdol berkunjung di Aceh tanpa menyesap kopi Gayo.

Dari situlah, perlu adanya branding dari masyarakat dan pemerintah yang bekerja sama sebagai ujung tombak pemasaran kopi Dayak agar semakin mendunia dikenal masyarakat luas. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved