Kotim Habaring Hurung

Tekan Inflasi, Pemkab Kotim Agendakan Operasi Pasar 2 kali Sebulan Sampai Akhir Tahun 2022

Upaya menekan tingginya inflasi di Kabupaten Kotim, Pemkab setempat akan menggelar operasi pasar 2 kali sebulan sepanjang tahun 2022 ini

Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Devita Maulina
Kegiatan operasi pasar yang dilakukan Pemkab Kotim melalui dinas terkait guna menekan inflasi di Kabupaten Kotim, baru-baru ini. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kota Sampit masuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia dengan persentase 7,5 persen.

Demi menekan angka inflasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim melakukan inovasi dengan menggelar operasi pasar setiap 2 kali dalam sebulan sampai akhir 2022.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, Zulhaidir.

Ia menyebutkan hal ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Kotim H Halikinnor untuk menindak lanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) dan Gubernur Kalimantan Tengah terkait inflasi.

“Rencananya akan ada pasar murah 2 kali dalam sebulan, itu instruksi bupati langsung supaya inflasi bisa ditekan,” bebernya, Selasa (20/9/2022).

Untuk diketahui, pada rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi di Istana Negara pada Senin (12/9/2022) lalu, Kota Sampit masuk dalam 10 besar daerah dengan tingkat inflasi tertinggi berdasarkan perhitungan inflasi year on year atau tahun ke tahun.

Hal ini pun menjadi sorotan Presiden RI, Joko Widodo, yang kemudian menginstruksikan agar setiap kepala daerah mengambil tindakan untuk menekan inflasi.

Baca juga: Gelar Seminar Nasional Literasi Digital, Masyarakat Kalteng Diberikan Edukasi Bijak Bermedia Sosial

Baca juga: Ancaman Sanksi Adat Disosialisasikan, Warga Sampit Makin Tertib Buang Sampah Pada Tempatnya

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM di Kotim, Harga Ayam Potong & Ikan di Pasar Sampit Ikut Naik

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Bupati Kotim pun berinovasi dengan menggelar operasi pasar setiap 2 kali dalam sebulan yang dijalankan melalui Disperdagin Kotim. Program ini rencananya mulai diterapkan pada Oktober hingga Desember 2022.

“Dengan adanya operasi pasar ini diharapkan dapat menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, sehingga tidak terjadi inflasi. Jadi adanya operasi pasar ini sebenarnya untuk penyeimbang saja,” jelasnya.

Seperti pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah sebelumnya, pihaknya akan menggandeng distributor atau agen kebutuhan pokok dalam penyelenggaraannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved