Berita Kotim

Dampak Kenaikan Harga BBM di Kotim, Harga Ayam Potong & Ikan di Pasar Sampit Ikut Naik

Dampak Kenaikan Harga BBM di Kotim, Harga bahan pangan seperti Ayam Potong & Ikan di Pasar Sampit Ikut mengalami kenaikan.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
tribunkalteng.com / devita maulina
Dampak kenaikan harga BBM di Kotim, harga bahan pangan seperti Ayam Potong & Ikan di Pasar Sampit Ikut mengalami kenaikan. Harga ayam potong dan ikan di Pusat Ikan Mentaya (PIM) Sampit, Kabupaten  Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kenaikan sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Dampak kenaikan harga BBM di Kotim, harga bahan pangan seperti Ayam Potong & Ikan di Pasar Sampit Ikut mengalami kenaikan.

Seperti yang terpantau di Pusat Ikan Mentaya (PIM) Sampit, Kabupaten  Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kenaikan sebagai imbas dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pasalnya, hal ini terjadi kurang dari seminggu sejak diterapkan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat, Sabtu (3/9/2022) lalu.

Salah seorang pedagang ayam potong, Sriyani, menuturkan kenaikan harga ayam potong ini tak dapat dihindari dengan adanya kenaikan harga BBM.

Karena rata-rata pasokan ayam potong di Kota Sampit berasal dari Banjarmasin, sehingga ada biaya transportasi untuk pengirimannya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal Laut di Sampit Turun Pasca Penyesuaian Tarif Imbas Kenaikan BBM

Baca juga: Anggota Ditreskrimsus Polda Kalteng Tangkap 2 Pelaku Penimbun 1,3 Ton BBM Subsidi Jenis Bio Solar

Baca juga: Selewengkan BBM Bersubsidi, Tim Polda Kaltim Bekuk 4 Pelaku, Amankan Barang Bukti 3.340 Liter Solar

“Kalau harga BBM naik otomatis semua ikut naik, seperti yang saya jua ini, ayam potong. Kami kan mengambil dari Banjarmasin dan untuk membawanya kesini jelas perlu BBM,” ujarnya, Senin (19/9/2022).

Berdasarkan informasi dari pengirim ayam potong yang ia terima, sebelumnya biaya transportasi pulang-pergi untuk mengantarkan ayam dari Banjarmasin ke Sampit sekitar Rp 700 ribu.

Tapi kini, biaya itu naik hingga diatas Rp 1 juta. Dengan demikian, pemasok pun membebankan kenaikan biaya transportasi tersebut pada harga ayam.

Alhasil, para pedagang eceran pun mau tidak mau menaikan harga. Dari kisaran harga Rp 30 ribu - Rp 35 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 42 ribu per kilogram.

Namun, kemudian harga mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 38 ribu - Rp 40 ribu menyesuaikan dengan permintaan masyarakat yang menurun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved