Kotim Habaring Hurung

TP PKK Kotim Ciptakan Menu B2SA, Manfaatkan Bahan Pangan Lokal Pengganti Beras dan Terigu

TP PKK Kotim Ciptakan Menu B2SA, ciptakan menu kreatif dengan memanfaatkan Bahan Pangan Lokal Pengganti Beras dan Terigu.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com / Devita Maulina
TP PKK Kotim Ciptakan Menu B2SA. Dewan juri sedang menilai menu yang disajikan salah satu kelompok peserta lomba cipta menu B2SA. Acara ini digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan TP PKK Kotim untuk meningkatkan kreatifitas peserta agar dapat menghasilkan menu alternatif pengganti beras dan terigu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - TP PKK Kotim Ciptakan Menu B2SA, ciptakan menu kreatif dengan memanfaatkan Bahan Pangan Lokal Pengganti Beras dan Terigu.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga  (TP PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) yang diikuti TP PKK tingkat kecamatan se-Kotim.

Bertempat di Gedung Serba Guna Sampit lomba ini mengangkat tema Kenyang Tidak Harus Nasi. Lomba ini menguji dan meningkatkan kreatifitas para pesertanya untuk dapat menghasilkan menu alternatif pengganti beras dan terigu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada di lingkungan kecamatan masing-masing.

“Melalui lomba ini kami ingin agar para ibu rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap gizi keluarga bisa berinovasi dalam membuat menu yang beragam, bergizi, dan aman dengan memanfaatkan bahan lokal,” jelas Muhammad Yusuf, Kepala DKP Kotim, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Pekan Pembayaran PBB P2 Bapenda Kotim, Hindari Denda Wajib Pajak Diminta Bayar Sebelum Jatuh Tempo

Baca juga: ASN di Kotim Wajib Bayar Pajak, Bupati H Halikinnor Ingatkan Jika Tidak Sanksi Ganda Menanti

Baca juga: Sampit Masuk 10 Besar Inflasi Tertinggi di Indonesia, Bupati Sebut Dipicu Tarif PDAM & Rumah Sakit

Ia melanjutkan, lomba ini sekaligus untuk menggali apa saja potensi bahan pangan yang ada di wilayah Kotim dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa masih banyak bahan pangan alternatif pengganti beras atau nasi yang bisa dimanfaatkan, seperti ubi, jagung, dan pisang.

Dan semua itu bisa didapatkan di Kotim. Makanya, dalam lomba ini peserta dilarang keras menggunakan bahan yang dibeli dari pemasok luar daerah.

“Bahannya bebas, apa saja yang ada di lingkungan mereka. Asalkan bukan didatangkan dari luar. Karena di tempat kita juga kan sudah komplit, lengkap semua bahannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kriteria penilai pada lomba ini umumnya ada dua, yakni paket makan siang atau lunch box dengan B2SA dan mempunyai nilai komersil atau layak jual.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kotim, Khairiah Halikinnor, menyampaikan rasa syukur karena setelah dua tahun lebih vakum karena pandemi Covid-19 akhirnya acara ini bisa kembali digelar.

Seperti yang diketahui Kementerian Pertanian dan TP PKK Pusat telah menandatangani MoU mengenai percepatan penganekaragaman pangan. Salah satunya dengan sosialisasi B2SA melalui lomba cipta menu tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved