Berita Kotim

Tiga Ekor Burung Dilindungi, Diserahkan Warga Desa Pundu ke BKSDA Pos Jaga Sampit

Tiga Ekor Burung Dilindungi berupa burung elang dan tiung emas diserahkan warga Desa Pundu ke BKSDA Pos Jaga Sampit.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Dok. BKSDA Pos Jaga Sampit
Tiga Ekor Burung Dilindungi berupa burung elang dan tiung emas diserahkan warga Desa Pundu ke BKSDA Pos Jaga Sampit. Penyerahan 3 ekor burung yang dilindungi Undang-Undang oleh warga diterima Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah, dengan disaksikan anggota Manggala Agni Kotim, Senin (29/8/2022) 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Tiga Ekor Burung Dilindungi berupa burung elang dan tiung emas diserahkan warga Desa Pundu ke BKSDA Pos Jaga Sampit.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kemudian menerima penyerahan 3 ekor satwa liar yang dilindungi Undang-Undang (UU) dari warga Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu tersebut, Senin (29/8/2022).

Ketiga satwa liar yang dilindungi UU tersebut berupa 3 ekor burung, terdiri dari 2 burung beo atau biasa disebut warga burung tiung emas dan 1 ekor burung elang brontok.

Ketiganya diantarkan langsung oleh warga ke kantor BKSDA Pos Jaga Sampit di Jalan Jenderal Sudirman km 6.7 Sampit.

”Pada hari ini, Senin  (29/8) sekitar pukul 10.00 WIB, BKSDA Pos Sampit menerima penyerahan 3 ekor burung yang dilindungi UU Republik Indonesia,” kata Muriansyah, Komanda BKSDA Pos Jaga Sampit.

Baca juga: Penanganan Stunting Kotim, Pemkab Optimalkan Pembinaan Terhadap KPM Posyandu

Baca juga: 10 Tahun Pelihara Owa Kalimantan, Warga Desa Beriwit Murung Raya Serahkan ke BKSDA Kalteng

Baca juga: Kepala UPT PPA Kalteng Sebut Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur Terbanyak di Gumas dan Kotim

Ia menjelaskan, penyerahan satwa liar yang dilindungi UU itu atas dasar kesadaran pribadi dari warga yang bersangkutan.

Namun, warga terkait tidak dapat mengantarkan sendiri satwa tersebut, sehingga dititipkan melalui warga lainnya bernama Ahmad yang kebetulan bepergian ke Kota Sampit kala itu.

Muriansyah mengaku tidak mendapat informasi detail mengenai kronologi 3 satwa itu bisa sampai ditangan warga. Namun, dari pengamatannya ketiga satwa itu sempat dipelihara beberapa waktu.

Terlihat dari perilaku satwa tersebut yang tidak asing dengan keberadaan manusia di sekitarnya, khususnya burung elang brontok.

“Perkiraan saya yang burung elang sudah lama dipelihara warga, kalau yang beo kemungkinan masih baru. Karena masih menunjukan sifat liar,” jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved