Berita Kotim

Cegah Perundungan di Sampit, Komunitas Pemuda Kotim Berkarya Gelar Talk Show Edukasi Masyarakat

Cegah Perundungan di Sampit, komunitas pemuda kotim berkarya menggelar talk show untuk mengedukasi masyarakat soal perundungan di kalangan remaja.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Ketua Pemuda Daerah Kotim Berkarya, Tini Sukmawati, didampingi beberapa anggotanya menjelaskan tentang pentingnya menghentikan perundungan. Cegah Perundungan di Sampit, komunitas pemuda kotim berkarya menggelar talk show untuk mengedukasi masyarakat soal perundungan di kalangan remaja. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Komunitas Pemuda Kotim Berkarya mengedukasi masyarakat tentang definisi perundungan, hal-hal yang termasuk dalam perundungan, dan dampaknya pada korban maupun pelaku.

 “Kami ingin berbagi isu mengenai bullying. Karena sepertinya masih kurang informasi tentang apa itu bully dan dampaknya, serta apa saja yang termasuk dengan bully dipergaulan remaja sekarang,” kata Tini Sukmawati, Ketua Pemuda Daerah Kotim Berkarya, Sabtu (27/8/2022).

Melalui acara talk show di Sampit, menyasar kalangan remaja acara tersebut mengangkat tema stop perundungan.

Sebagai komunitas yang aktif di bidang sosial, pihaknya berkomitmen untuk menghilangkan perundungan di bumi habaring hurung.

Baca juga: Minat Warga Kotim Bekerja di PBS Minim, Perusahaan Sawit Datangkan Pekerja dari Luar Daerah

Baca juga: Ratusan Gram Sabu Gagal Beredar di Sampit, Sejumlah Tersangka Diamankan BNNP Kalteng

Baca juga: Harga Perhiasan Emas di Sampit Turun Pengaruh Kurs Dolar, Transaksi Jual Beli Makin Membaik

Pihaknya menyoroti sejumlah kasus perundungan yang sempat terjadi, tak hanya di Kotim tapi juga di daerah lainnya.

Seperti kasus yang sempat viral belum lama ini, tentang perundungan antar pelajar SD yang membuat pihaknya cukup miris.

Kasus semacam itu sebenarnya lebih banyak, hanya saja tidak semua terekspos melalui pemberitaan.

“Perundungan di Kotim mungkin belum tampak marak, tapi kami kalau merujuk pada data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kasus perundungan meningkat setiap tahunnya, hal itu yang perlu diantisipasi di Kotim ini,” tuturnya.

Harapan pihaknya dengan memberikan edukasi ke masyarakat, maka remaja Kotim tidak ada yang menjadi pelaku maupun korban dalam suatu kasus perundungan.

Dan untuk manfaat jangka panjang, diharapkan remaja yang mendapat edukasi ini dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk mencegah maupun menghentikan perundungan di rumah tangga atau yang juga disebut kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kegaiatan Komunitas Pemuda Daerah Kotim Berkarya tersebut mendapat dukungan Bupati Kotim periode 2010-2015 dan 2026-2021, H Supian Hadi S.Ikom.

Menurut pria yang sempat menjabat sebagai pimpinan daerah selama dua periode tersebut, kegiatan mengedukasi masyarakat tentang perundungan sangat bermanfaat bagi masyarakat, khusunya kalangan muda.

“Saya sepakat bahwa bully atau perundungan ini harus dihentikan, karena dampak negatifnya sangat luar biasa, terutama terhadap mental seseorang,” ujar Supian yang turut diundang sebagai pembicara dalam talk show tersebut.

Supian mengaku sering kali melihat tindak perundungan melalui media sosial yang dianggap seolah-olah candaan atau lelucon. Padahal, dampaknya bagi mental seseorang sangat besar, khususnya bagi korban. Sering kali korban perundungan menjadi sosok yang pendiam, kurang percaya diri, sulit bergaul, dan sebagainya.

“Bully itu tidak hanya secara fisik tapi juga bisa melalui kata-kata. Mudah-mudahan dengan acara seperti ini membuka wawasan kalangan muda kita,” lanjutnya.

Pria yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kotim ini menambahkan upaya yang dilakukan Komunitas Pemuda Daerah Kotim Berkarya ini harusnya mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

soal perunsungan kalangan remaja
Cegah Perundungan di Sampit, komunitas pemuda kotim berkarya menggelar talk show untuk mengedukasi masyarakat soal perundungan di kalangan remaja.

Pasalnya, menghapus perundungan merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan generasi masa depan. Karena perundungan dapat berakibat fatal pada pemikiran generasi muda di masa yang akan datang.

“Kalau ingin Kotim yang lebih baik dan lebih maju, maka siapkan pemuda-pemudi dari sekarang. Mulai dari langkah awal menghentikan perundungan yang ada,” pungkasnya. (*)


Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved