Kotim Habaring Hurung

Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, 27 PBS Kelapa Sawit Setor Dana Terkumpul Rp 1,3 M Lebih

Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, sebanyak 27 PBS Kelapa sawit Kotim sudah setor dana kesepakatan konsorsium.Dana terkumpul Rp1,3 M Lebih.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit. Proses perataan Jalan Mohammad Hatta atau Jalan Lingkar Selatan, Sampit, oleh Pemkab Kotim melalui DPUPRPRKP. Tindakan ini untuk mempersiapkan kondisi jalan sebelum dilakukan perbaikan menggunakan agregat yang masih menunggu dana konsorsium terkumpul. 

Dana tersebut untuk membeli agregat kelas B sebanyak 5.922 m3 dengan harga Rp 718.300, yang jika dikalikan sebesar Rp 4.253.772.600. Kemudian, batu ukuran 3/5 dan 2/3 sebanyak 743 m⊃3; dengan harga Rp 615.000 dan jika dikalikan mencapai Rp 456.945.000.

“Sejauh ini kami masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan. Jika sampai batas waktu berakhir nanti masih ada yang belum menyetor maka tindakan selanjutnya kami serahkan ke pimpinan (bupati),” jelas Alang.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Kotim, H Halikinnor SH MM, menyatakan akan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak menyetorkan dana konsorsium sesuai tempo yang telah diberikan.

Sanksi yang diberikan dari segi pelayanan. Pemkab Kotim tidak akan memberikan pelayanan optimal bagi perusahaan yang dinilai tidak berkontribusi dalam konsorsium ini.

jalan lingkar beeogtpg
Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit sudah dilakukan melalui proses perataan Jalan oleh Pemkab Kotim melalui DPUPRPRKP, sebelum dilakukan perbaikan menggunakan agregat, karena masih menunggu dana konsorsium terkumpul.

Pihaknya juga akan melakukan audit terhadap perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap pembangunan daerah. Khususnya dari segi perizinan akan ditelisik kembali kelengkapannya, jika ditemukan kejanggalan akan dilaporkan ke pemerintah yang lebih tinggi.

"Akan kami audit nanti. Kalau memang tidak ada niat baik tentu aka nada sanksi. Kami juga tidak membebani berat, sedangkan perusahaan juga sudah meraup banyak dari sumber daya alam kita," pungkasnya. (*)

 


 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved