Kotim Habaring Hurung

Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, 27 PBS Kelapa Sawit Setor Dana Terkumpul Rp 1,3 M Lebih

Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, sebanyak 27 PBS Kelapa sawit Kotim sudah setor dana kesepakatan konsorsium.Dana terkumpul Rp1,3 M Lebih.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit. Proses perataan Jalan Mohammad Hatta atau Jalan Lingkar Selatan, Sampit, oleh Pemkab Kotim melalui DPUPRPRKP. Tindakan ini untuk mempersiapkan kondisi jalan sebelum dilakukan perbaikan menggunakan agregat yang masih menunggu dana konsorsium terkumpul. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT -Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, sebanyak 27 PBS Kelapa sawit Kotim sudah setor dana kesepakatan konsorsium.Dana terkumpul Rp1,3 M Lebih.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) memberikan jatuh tempo sampai akhir Agustus 2022 bagi pihak perusahaan yang dilibatkan dalam konsorsium untuk menyetorkan dana patungan perbaikan jalan lingkar selatan sampit tersebut.

Namun, dengan waktu kurang lebih satu minggu menjelang jatuh tempo yang diberikan belum ada setengah dari perusahaan tersebut yang telah menyetorkan dana sumbangan.

Berdasarkan data yang dirilis Pemkab Kotim, per tanggal 23 Agustus 2022 dari 57 perusahaan baru sekitar 27 diantaranya yang sudah menyetor.

Baca juga: PBS Kotim Dideadline, Dana Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Paling Lambat Disetor Akhir Agustus

Baca juga: Pengurus ALFI Kotim Siap Turut Berkontribusi, Patungan Dana Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit

Baca juga: Bupati Kotim Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Sawit, Urun Rembug Perbaikan Jalan Lingkar Selatan

“Jumlah perusahaan yang menyetor memang ada perkembangan satu grup, yaitu Sinar Mas, terdiri dari 5 PT. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan memang masih banyak yang belum,” kata Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Setda Kotim, Alang Arianto, yang menangani terkait konsorsium perbaikan Jalan Lingkar Selatan ini, Rabu (24/8/2022).

Ada pun, perusahaan yang telah menyetorkan dana konsorsium sejauh ini antara lain, dari PT Borneo Sawit Persada dan PT Nusantara Sawit Persada yang tergabung dalam Group Cipta Plantations. PT Uni Primacom, PT Hutanindo Agro Lestari, PT Sumur Pandan Wangi, dan PT Musirawas Citra Harpindo dari Group Musirawas.

Lanjut, PT Katingan Indah Utama, PT Mukti Sawit Kahuripan, PT Surya Inti Sawit Kahuripan, dan PT Wayanasa Kahuripan Indonesia yang tergabung dalam Group Makin. Berikutnya, PT Windu Nabatindo Lestari dari Group BGA.

Kemudian, PT Bumi Sawit Kencana, PT Karunia Kencana Permai Sejati, PT Mustika Sembuluh, dan PT Mentaya Sawit Mas dari Group Wilmar. Selanjutnya, PT Karya Makmur Abadi dan PT Mulia Agro Permai dari Group KLK.

Lalu dari perusahaan non group yakni, PT Gading Sawit Kencana, PT Hutan Sawit Lestari, PT Sapta Karya Damai, PT Swadaya Sapta Putra, dan PT Sarana Prima Multi Niaga.

Dan yang terbaru dari Group Sinar Mas, yaitu PT Buana Adhitama, PT Buana Artha Sejahtera, PT Agro Karya Prima Lestari, PT Tapian Nadenggan, dan PT Binasawit Abadi Pratama.

Sedangkan, jumlah perusahaan yang dilibatkan dalam konsorsium ini sebanyak 57 perusahaan. Terdiri dari perusahaan di wilayah Kotim sejumlah 39, perusahaan di wilayah lintas kabupaten Kotim, Seruyan, dan Katingan sebanyak 16, dan perusahaan di luar Kotim dan di luar lintas Kotim yang berkontribusi sejumlah 3 perusahaan.

“Setelah dana terkumpul baru kami serahkan ke penyedia material sesuai kesepakatan awal,” lanjut Alang.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim ini melanjutkan, sesuai kesepakatan awal masing-masing perusahaan menyetorkan dana konsorsium sebesar Rp 50 juta.

Artinya, dengan banyaknya perusahaan yang telah menyetor dana yang terkumpul sejauh ini senilai Rp 1.350.000.000. Jumlah tersebut sebenarnya masih jauh dari estimasi dana yang diperlukan untuk perbaikan darurat menggunakan material agregat seperti yang direncanakan, yakni sebesari Rp 4.710.717.600, untuk penangan jalan sepanjang 1.825 meter.

Dana tersebut untuk membeli agregat kelas B sebanyak 5.922 m3 dengan harga Rp 718.300, yang jika dikalikan sebesar Rp 4.253.772.600. Kemudian, batu ukuran 3/5 dan 2/3 sebanyak 743 m⊃3; dengan harga Rp 615.000 dan jika dikalikan mencapai Rp 456.945.000.

“Sejauh ini kami masih menunggu itikad baik dari pihak perusahaan. Jika sampai batas waktu berakhir nanti masih ada yang belum menyetor maka tindakan selanjutnya kami serahkan ke pimpinan (bupati),” jelas Alang.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Kotim, H Halikinnor SH MM, menyatakan akan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak menyetorkan dana konsorsium sesuai tempo yang telah diberikan.

Sanksi yang diberikan dari segi pelayanan. Pemkab Kotim tidak akan memberikan pelayanan optimal bagi perusahaan yang dinilai tidak berkontribusi dalam konsorsium ini.

jalan lingkar beeogtpg
Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit sudah dilakukan melalui proses perataan Jalan oleh Pemkab Kotim melalui DPUPRPRKP, sebelum dilakukan perbaikan menggunakan agregat, karena masih menunggu dana konsorsium terkumpul.

Pihaknya juga akan melakukan audit terhadap perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap pembangunan daerah. Khususnya dari segi perizinan akan ditelisik kembali kelengkapannya, jika ditemukan kejanggalan akan dilaporkan ke pemerintah yang lebih tinggi.

"Akan kami audit nanti. Kalau memang tidak ada niat baik tentu aka nada sanksi. Kami juga tidak membebani berat, sedangkan perusahaan juga sudah meraup banyak dari sumber daya alam kita," pungkasnya. (*)

 


 

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved