Berita Kotim

PBS Kotim Dideadline, Dana Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Paling Lambat Disetor Akhir Agustus

PBS Kotim Dideadline, Bupati H Halikinnor meminta PBS Kebun Sawit segera menyetorkan dana untuk perbaikan jalan paling lambat akhir Agustus ini.

Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
PBS Kotim Dideadline, Bupati Kotim, H Halikinnor SH MM, ketika meninjau kondisi Jalan Lingkar Selatan, Sampit, didampingi OPD terkait. Kamis (18/8/2022). Orang nomor satu di Kotim ini mendeadline PBS agar segera membayar dana konsorsium untuk perbaikan Jalan yang rusak tersebut. 

TRIBUNKALTENG.COM,  SAMPIT -PBS Kotim Dideadline, Bupati H Halikinnor meminta PBS Kebun Sawit segera menyetorkan dana untuk perbaikan jalan paling lambat akhir Agustus ini.

Orang nomor satu di Koitm ini mendesak perusahaan besar swasta (PBS) yang dilibatkan dalam perbaikan Jalan Mohammad Hatta atau Jalan Lingkar Selatan, Sampit untuk menyetorkan dana sumbangan sesuai kesepakatan dalam konsorsium.

Ia memberikan waktu sampai akhir Agustus 2022 untuk PBS yang belum menyetor untuk segera menyetorkan sumbangan agar perbaikan jalan segera dilakukan.

"Harapan kami tolong perusahaan  yang belum menyetor segera setor. Karena sejauh ini dari 57 perusahaan baru 22 yang sudah menyetor," kata orang nomor satu di Kotim ini.

Baca juga: Konsorsium Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit, Ini Daftar 22 PBS yang Telah Menyumbang

Baca juga: Perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit Terhambat, Puluhan PBS Kebun Sawit Kotim Belum Setor

Baca juga: PBS Minta Waktu Seminggu Kumpulkan Material, Perbaikan Darurat Jalan Lingkar Selatan Sampit

Hal ini ia sampaikan saat meninjau kondisi Jalan Lingkar Selatan, Kamis (18/8/2022) siang.

Halikinnor bahkan menyatakan akan memberikan sanksi bagi PBS yang lalai atau tidak berkontribusi dalam perbaikan Jalan Lingkar Selatan tersebut. Sanksi yang diberikan dari sisi pelayanan.

Pasalnya, Pemkab Kotim tidak akan memberikan pelayanan bagi perusahaan yang dinilai tidak berkontribusi dalam konsorsium ini.

"Ini saatnya bagaimana upaya mereka (PBS) untuk membantu Kotim. Jadi saya berharap jangan sampai akhir agustus baru ada yang menyetor. Tolong sesegera mungkin setorkan saja," tegasnya.

Disisi lain, pihaknya menilai iuran Rp 50 juta per perusahaan itu tidak terlalu besar dan seharusnya tak menjadi beban bagi perusahaan yang bersangkutan. Apalagi, selama ini PBS telah banyak meraup untung dari sumber daya yang ada di Kotim.

Dan Pemkab Kotim pun tidak lantas lepas tangan, dalam hal ini Pemkab juga turut berpartisipasi dalam perbaikan jalan, yakni untuk keperluan alat berat, operator, dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang jika dirupiahkan nilainya tidak sedikit.

"Ini untuk kenyamanan mereka juga. Bukan kita saja.  Supaya mereka nanti bawa material atau hasil produksinya ke pelabuhan sudah tidak terkendala lagi," lanjutnya.

Ia meneruskan pihaknya akan kembali mengekspos PBS yang sudah menyetorkan dana iuran konsorsium sebagai motivasi sekaligus warning (peringatan) bagi PBS yang belum menyetor.

Pihaknya juga akan melakukan audit terhadap perusahaan yang dinilai tidak peduli terhadap pembangunan daerah dan akan dilaporkan ke pemerintah yang lebih tinggi. Perizinan dari perusahaan pun akan di telisik kembali kelengkapannya, jika tidak maka Pemkab Kotim akan mengambil tindakan lebih lanjut.

"Akan kami audit nanti. Kalau memang tidak ada niat baik. Karena seperti yang saya katakan tadi ini tidak membebani berat, selama mereka punya itikad baik nominnal tersebut tidak masalah," pungkasnya.

Sementara ini, Pemkab Kotim melakukan perbaikan darurat dengan cara mengeruk drainase di sisi kiri dan kanan jalan kemudian meratakan jalan dengan material seadanya dari hasil pengerukan drainase. Tujuannya agar minimal jalan tersebut rata dan dapat dilalui oleh kendaraan muatan atau angkutan berat.

Baca juga: Veteran Kotim Hadiri HUT ke 77 RI, Bersyukur Masih Diperhatikan Bupati Bantuan Tetap Mengalir

Baca juga: Bupati H Halikinnor Ciptakan Lagu, Bersamaan Memontum HUT ke-77 RI Memotivasi Masyarakat Kotim

Baca juga: NEWS VIDEO, Upacara HUT ke-77 RI di Kotim Diguyur Hujan, Namun Kegiatan Tetap Berjalan Khidmat

"Sekarang kami kerjakan darurat dulu, karena nanti tanggal 21 Agustus kita akan melaksanakan pawai pembangunan, jadi semua kendaraan besar arahnya harus dialihkan ke jalan ini," terangnya.

Lanjutnya, perbaikan jalan ini akan dilanjutkan dengan menggunakan material agregat tapi untuk itu masih menunggu dana konsorsium dari kalangan PBS, meliputi perusahaan kelapa sawit, pertambangan, ekspedisi, dan organda.

"Setelah jalan yang diratakan ini padan nanti akan kami uruk lagi dengan material agregat supaya, insyaallah, jalan ini nanti nyaman dilewati," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved