Kisah Hidup
NEWS VIDEO, Kisah Rohaimi Penjual Kerupuk Keliling dengan Keterbatasan Fisik Menghidupi Keluarga
Rohaimi terpaksa menjadi penjual kerupuk keliling untuk menghidupi keluarganya walaupun terdampak pandemi covid-19 rute dengan berkeliling Kota Cantik
Penulis: Devita Maulina | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Semenjak dihantam pandemi Covid-19 hampir semua sektor terdampak, bahkan pendapatan ekonomi masyarakatpun ikut terdampak.
Terutama bagi Rohaimi, dirinya terpaksa menghidupi keluarganya dengan cara berjualan keliling Kota Cantik Palangkaraya.
Dirinya harus pintar-pintar memutatr otak untuk mendapatkan sumber pemasukan bagi keluarganya, dan memilih menjadi penjual kerupuk keliling.
Walaupun dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, Rohaimi sebagai penyandang disabilitas Rohaimi tetap semangat berjualan kerupuk demi menafkahi keluarganya dengan 2 orang anaknya.
"Saya berjualan dari pertengahan tahun 2020 dan sampai hari ini, awalnya jualan gorengan di sekolah akan tetapi karena pandemi maka sekolah tutup serta saya pun mencari cara untuk tetap bisa bertahan hidup salah satunya dengan berjualan kerupuk ini," ucap Rohaimi Senin (14/2/2022).
Baca juga: Kebun Buah di Kalampangan Jadi Ikon Wisata di Kota Palangkaraya
Menggunakan gerobak roda tiga setiap harinya untuk digunakan berjualan kerupuk.
Dengan berkeliling Kota Palangkaraya dan terkadang tak tentu rute untuk menjajakan dagangannya tersebut.
"Setiap hari jualan dari rumah saya di Jalan Krakatau sampai Jalan RTA Milono dan mutar ke Jalan Setd Adji," ungkapnya kepada Tribunkalteng.com saat ditemui di Jalan Setd Adji.
Ia menambahkan bahwa jualan kerupuk hanya dirinya seorang, karena sang istri juga mengalami hal yang sama yaitu penyandang disabilitas.
"Istri saya di rumah saja bantu goreng kerupuk karena istri saya juga penyandang disabilitas, akan tetapi alhamdulillah anak saya semuanya sehat," ungkap Rohaimi.
Baca juga: NEWS VIDEO, Kisah Asikin Sopir Angkot, Pernah Sehari Tak Ada Penumpang Hingga Terpaksa Puasa
Ia mengungkapkan, sebelum pandemi dirinya sering diperhatikan dan mendapatkan bantuan dari pemerintah juga sering kali diberikannya bantuan seperti modal usaha.
"Dari pemerintah dulu sering diberikan bantuan seperti modal usaha, akan tetapi semenjak pandemi Covid-19 sudah jarang dapat bantuan lagi," tutur Rohaimi.
Baca juga: Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin Terima Audiensi Pengurus PGRI, Ini yang Dibahas
Rohaimi mengatakan, untuk pendapatannya sehari-haripun dari berjualan kerupuk keliling ini tak menentu, karena ada yang membeli namun ada juga dagangannya yang tak lalu terjual.
"Namanya jualan ya terkadang tidak setiap hari laku, bahkan pernah tidak laku sama sekali jualan namun kadang jika ada simpati orang ada juga yang memberi," ungkap bapak 2 anak tersebut. (*)