Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Web MES Kalteng Diluncurkan, Ekonomi Syariah Jalan Keluar Bangkit Dari Krisis Ekonomi Dampak Pandemi

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Edy Pratowo mengungkapkan, ekonomi syariah memiliki prospek cerah dalam pengembangan ekonomi nasional.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
tribunkalteng.com/Fathurahman
Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Edy Pratowo mengungkapkan, ekonomi syariah memiliki prospek cerah dalam pengembangan ekonomi nasional.

"Bahkan, ekonomi syariah ini juga merupakan salah satu jalan ke luar untuk dapat bangkit dari krisis ekonomi," ujarnya, ujarnya, Jumat (16/7/2021).

Saat, peluncuran website MES Kalteng meskalteng.org, dia mengatakan, kelebihan  dari sistem ekonomi syariah adalah dukungan dari sistem keuangan sosial yang berasal dari Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).

Sistem perekonomian syariah sesuai dengan budaya lokal di Kalteng.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin Kalteng Menurut BPS Kalteng, Hingga Maret 2021 Capai 140 Ribu Orang

Baca juga: Hotel Aman Palangkaraya Dijadikan RS Darurat Perawatan Pasien Covid-19 Gejala Ringan Hingga Sedang

Baca juga: Operasi Yustisi Palangkaraya Digencarkan Siang Malam, Kesadaran Warga Taat Prokes Dinilai Meningkat

 

"Prinsip budaya belom behadat di huma betang, handep hapakat, tolong-menolong dalam suasana kekeluargaan, saling menghargai, tidak melakukan eksploitasi terhadap pihak lain," ucap Wakil Gubernur Kalteng, H Edy Pratowo.

Lebih lanjut, dikatakan Wagub, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak ke berbagai bidang lain, termasuk bidang ekonomi.

Dimana pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng pada Triwulan I tahun 2021 turun 2,01persen dibandingkan Triwulan IV tahun 2020. Sedangkan dibandingkan Triwulan I tahun 2020, turun 3,12 persen.

“Saya melihat ekonomi syariah salah satu jalan keluar bangkit dari krisis ekonomi melalui sistem perdagangan adil dan keuangan sosial berupa penyaluran zakat, infaq dan sedekah untuk menolong masyarakat," tambahnya.

Wagub pun berharap para ahli, pakar, dan pelaku ekonomi syariah yang tergabung dalam MES Kalteng dapat bersama-sama Pemerintah Provinsi membawa daerah ini keluar dari krisis ekonomi akibat pandemi.

Berdasarkan laporan The State of The Global Islamic Economy 2020, Indonesia saat ini menempati posisi ke-4 Global Islamic Indicator, meningkat dari posisi ke-5 pada tahun 2019 dan posisi ke-10 pada tahun 2018.

“Saya percaya bahwa para ahli, pakar, dan pelaku ekonomi syariah mampu merumuskan kebijakan, melahirkan program tepat dan relevan, sekaligus mengimplementasikan di lapangan, sehingga mampu membantu masyarakat Kalimantan Tengah,” harap Wagub Kalteng Edy Pratowo.

(tribunkalteng.com/faturahman)

Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved