Kota Cantik

Waspada Korsleting Berujung Kebakaran, Pemko Palangka Raya Perkuat Damkar dan BPK

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebutkan, korsleting listrik masih menjadi penyebab paling sering dalam kasus kebakaran bangunan di kota

Penulis: Arai Nisari | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Arai Nisari
IMBAUAN - Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap korsleting listrik yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Rentetan insiden kebakaran yang terjadi di sejumlah titik di Kota Palangka Raya menjadi sorotan. Pemerintah mengimbau warga lebih waspada, terutama terhadap potensi korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu utama.

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyebutkan, korsleting listrik masih menjadi penyebab paling sering dalam kasus kebakaran bangunan di kota, terutama pada rumah dan ruko. Dugaan ini mengacu pada temuan awal petugas damkar di lapangan.

“Banyak kejadian itu disebabkan korsleting. Kita imbau masyarakat agar betul-betul memperhatikan penggunaan kabel dan peralatan listrik di rumah. Gunakan yang sesuai standar,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).

Ia menambahkan, peralatan listrik yang sudah rusak atau tidak sesuai spesifikasi sebaiknya diganti agar tidak memicu kebakaran.

Salah satu peristiwa terbaru terjadi di Jalan RTA Milono Km 9, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, pada Minggu (13/7/2025) sekitar pukul 18.10 WIB. Kebakaran yang terjadi tidak jauh dari kios Pasar Sabaru Jaya ini menghanguskan tujuh bangunan lapak pedagang.

Di hari yang sama, insiden kebakaran kecil juga terjadi di kawasan pertokoan UFO. Kejadian ini menjadi kali kedua di lokasi yang sama. Pemerintah menilai peristiwa berulang seperti itu perlu menjadi bahan evaluasi manajemen bangunan.

Sementara itu, dari sisi penanganan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya dinilai telah memiliki sarana yang cukup untuk merespons kejadian di lapangan. 

“Dinas Damkar kita punya perlengkapan yang cukup,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga rutin melakukan pembinaan terhadap Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swadaya, tersebar di sejumlah wilayah. Keberadaan BPK diharapkan bisa mempercepat respons awal sebelum petugas damkar tiba di lokasi kejadian.

Masyarakat pun diminta aktif melapor dan tetap waspada, terutama dalam kondisi cuaca panas dan penggunaan listrik tinggi yang rentan memicu percikan api.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved