Berita Palangka Raya

Haul Datu Kalampayan Disebut Terbesar Pertama di Palangka Raya, Tekankan Nilai Teladan

Pelaksanaan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Palangka Raya tahun ini disebut menjadi yang pertama digelar dalam skala besar.

Haul Datu Kalampayan Disebut Terbesar Pertama di Palangka Raya, Tekankan Nilai Teladan - Haul-Datu-Kalampayan-14-April-2026.jpg
Istimewa
JELANG HAUL - Persiapan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari terlihat di kawasan Jalan Menteng XXII, Palangka Raya, Selasa (14/4/2026). Panitia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang doa, tetapi juga untuk meneladani nilai-nilai kehidupan ulama.
Haul Datu Kalampayan Disebut Terbesar Pertama di Palangka Raya, Tekankan Nilai Teladan - kalampayan-pala.jpg
Tribunkalteng.com/Arai Nisari
JELANG HAUL - Persiapan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari terlihat di kawasan Jalan Menteng XXII, Palangka Raya, Selasa (14/4/2026). Panitia menyebut kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang doa, tetapi juga untuk meneladani nilai-nilai kehidupan ulama.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pelaksanaan Haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kalampayan di Palangka Raya tahun ini disebut menjadi yang pertama digelar dalam skala besar di kota Palangka Raya.

Pelaksana kegiatan, Hakam Tohari, mengatakan momentum ini menjadi istimewa karena diperkirakan akan menghadirkan jamaah dalam jumlah besar, termasuk dari berbagai daerah.

“Di Kalimantan Selatan, haul seperti ini sudah biasa digelar besar. Kalau di Palangka Raya mungkin sudah ada, tapi masih skala kecil seperti di masjid atau musala. Yang kali ini bisa dibilang pertama dalam skala besar,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca juga: Terbuka untuk Umum, Haul Datu Kalampayan Digelar Besok Malam di Palangka Raya

Ia menyebut, selama ini kegiatan haul berskala besar lebih identik dengan Kalimantan Selatan sebagai pusat aktivitas keagamaan masyarakat.

“Karena itu, pelaksanaan kali ini terasa berbeda, karena jamaahnya tidak hanya dari dalam kota, tapi juga dari berbagai daerah bahkan luar provinsi,” tambahnya.

Meski demikian, Hakam menegaskan bahwa esensi haul tidak terletak pada besarnya kegiatan.

Menurutnya, haul menjadi momen untuk mengenang sekaligus meneladani perjalanan hidup ulama.

“Haul ini bukan sekadar mengirim doa, tetapi juga mengingat dan mengambil hikmah dari perjalanan beliau, agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), lanjutnya, haul merupakan bagian dari amalan untuk mengenang jasa para ulama.

Ia juga menekankan bahwa ajaran Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari masih terus hidup hingga saat ini.

“Kitab-kitab beliau, terutama dalam bidang fikih dan keislaman, masih dipelajari dan digunakan di berbagai pesantren, bahkan hingga luar negeri. Itu menjadi bukti bahwa ilmu dan jasa beliau terus mengalir,” jelasnya.

Melalui haul, jamaah diajak tidak hanya mendoakan, tetapi juga memahami nilai-nilai kehidupan yang diwariskan.

Pelaksanaan haul ke-220 tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (15/4/2026) malam pukul 19:30 WIB atau usai Salat Isya dan terbuka untuk umum.

Ia berharap jamaah yang hadir tidak hanya datang untuk meramaikan kegiatan, tetapi benar-benar membawa pulang nilai-nilai kebaikan.

“Harapan kami jamaah tidak hanya sekadar datang, tetapi bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved