Berita Palangka Raya
Transmigrasi Kalteng, Pengamat Sebut Jangan Sampai Ada Kecemburuan Warga Lokal Terhadap Pendatang
Suprayitno, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Palangka Raya menyebutkan program transmigrasi di Kalteng jangan sampai ada kecemburuan warga lokal
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
PENGAMAT DI PALANGKA RAYA - Suprayitno, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Palangka Raya.
“Jangan sampai setelah mendapatkan rumah dan bantuan lalu ditinggal begitu saja. Bisa juga dibuatkan semacam kontrak atau perjanjian tertulis,” tuturnya.
Baca juga: Daftar 4 Kecamatan Potensi Jadi Lokasi Transmigrasi di Kotim Kalteng, Kadis Johny Ungkap Kendala
Baca juga: Pemprov Kalteng Genjot Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah, Targetkan Luas Lahan 85.740 Ha pada 2025
Tak kalah penting, menurutnya, adalah aspek pengawasan dari pemerintah.
Ia menilai monitoring perlu dilakukan secara rutin agar lahan-lahan transmigrasi benar-benar dikelola dan tidak terbengkalai.
“Pemerintah harus serius dalam pelaksanaannya, ini bisa jadi strategi positif mendukung pemeretaan pembangunan dan pertumbuhan penduduk,” tutupnya.
Berita Terkait
Berita Terkait: #Berita Palangka Raya
Serapan Tenaga Kerja Lokal Palangka Raya Masih Minim, Gen Z jadi Generasi Aktif Masuk Dunia Kerja |
![]() |
---|
Ramai Demo Buruh di Berbagai Daerah, FSPP KSPI Kalteng Minta Perhatikan Kesejahteraan Buruh |
![]() |
---|
Kabar Baik untuk Warga Palangka Raya, Pasar Penyeimbang Berlanjut Tiap Sabtu, Cek Lokasinya |
![]() |
---|
1.800 Anak Ayam Berusia 2 Hari Hangus Terbakar di Kandang Kayu di Jalan Bengaris Palangka Raya |
![]() |
---|
BNNP Kalteng Bongkar Sindikat Narkotika di Gunung Mas, Transaksi Narkoba Senilai Rp 1,2 Miliar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.