Kotim Habaring Hurung

Karhutla di Kotim, BPBD Catat 10 Kasus Lahan Masyarakat Terbakar Capai 5,5 Hektare

Karhutla di Kotim, data dari BPBD Kotim ada 10 kasus terjadi kebakaran lahan dengan luasan mencapai 5,5 hektare, merupakan lahan masyarakat

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
WAWANCARA - Kepala BPBD Kotim, Multazam menuturkan akumulasi luas lahan yang terbakar dari 10 titik tersebut lebih dari 5,5 hektare, Rabu (11/6/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Karhutla di Kotim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur membeberkan hingga Rabu (11/6/2025) terdapat 10 titik kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah setempat. 

10 titik Karhutla tersebut didominasi di wilayah Kota Sampit, Kotim. 

Kepala BPBD Kotim, Multazam menuturkan akumulasi luas lahan yang terbakar dari 10 titik tersebut lebih dari 5,5 hektare.

"Nanti saya buka data ya, yang pastinya 10 titik lokasi kebakaran tersebut didominasi di wilayah kota (Sampit, red)," kata Multazam, Rabu (11/6/2025). 

Dia membeberkan dari 10 titik Karhutla tersebut merupakan lahan masyarakat. 

Terkait lahan masyarakat sendiri, menurutnya, bukan sengaja dibakar oleh pemilik. 

Namun, masyarakat hanya memanfaatkan waktu kekeringan untuk membuka kebun di lahan tersebut.

Selai itu, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah mendirikan posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan

Posko itu sendiri terletak di kecamatan-kecamatan yang wilayahnya rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Multazam mengatakan, bahwa total ada delapan posko penanggulangan kebakaran hutan dan lahan didirikan. 

Diantaranya seperti di Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Kota Besi, Cempaga dan Kecamatan Parenggean.

Ungkapnya, bahwa tim relawan BPBD Kotim, yang terdiri dari tiga anggota masyarakat peduli api (MPA) dan dua orang anggota TNI/Polri akan ditugaskan disetiap posko. 

Tim relawan BPBD itu sendiri akan memantau titik panas indikator awal kebakaran di wilayah kecamatan yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Peralatan pendukung upaya penanganan kebakaran seperti mobil tangki air, pompa air dan peralatan tambahan lainnya juga sudah disiapkan di setiap posko. 

"Mereka nanti bertugas untuk pencegahan karhutla, sosialisasi dan penanganan darurat apabila ada kebakaran," bebernya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved