Berita Kotim Kalteng

Penjualan Hewan Kurban di Sampit Menurun, Penjual Ngeluh Sepi Pembeli 

Penjualan hewan kurban di Kotim mengalami penurunan yang signifikan, terlebih menjelang perayaan Idul Adha 2025.

HermanAntoniSaputra/Tribunkalteng.com
TERNAK - Dampak penurunan pembelian hewan kurban dirasakan penjual hewan kurban di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Kamis (29/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Jelang Idul Adha, penjual hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memperkirakan akan mengalami penurunan penjualan karena sepi pembeli.

Banyak penjual hewan kurban yang berharap dapat menjual hewan kurban dengan harga yang baik.

Namun, kenyataannya penjualan hewan kurban di Kotim mengalami penurunan yang signifikan.

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Dinas Pertanian Palangka Raya 1.328 Hewan Kurban Dinyatakan Sehat

Baca juga: Berkurban Bagi Umat Muslim, Berikut Penjelasan Dari Ulama Kotim

Baca juga: Kampung Nelayan Merah Putih Diusulkan Dibangun di Desa Sei Ijum Raya Kotim Kalteng

Dampak penurunan pembelian hewan kurban dirasakan Matsuri, satu diantara penjual hewan kurban di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Lebih lanjut, dirinya menyebut, tahun ini menjadi masa sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Peternak Sapi mengatakan bahwa sepi pembeli disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga hewan kurban dan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu. 

“Jika melihat tahun kemarin, tahun ini agak menurun, kalau tahun kemarin itu sekitar 36 ekor lebih sapi yang terjual. Kalau tahun ini kira-kira cuma sekitar 25 ekor aja yang laku," katanya, pada Kamis (29/5/2025). 

Matsuri menambahkan, begitu juga dengan kambing, jika pada tahun lalu ia mampu menjual lebih dari 60 ekor kambing, kali ini hanya sekitar setengahnya saja yang baru laku terjual.

Ia mengaku, penjualan hewan kurban kali ini mengalami penurunan hingga ratusan juta.

"Ekonomi kemungkinan penyebab utamanya karena banyak juga yang ngeluh ekonomi sedang menurun,” ujar Peternak.

Kendati demikian, dirinya mengaku sudah menjual 30 ekor kambing kepada para pelanggannya.

“Yang sudah laku terjual dan sudah dibawa konsumen itu ada 30 ekor, sementara yang masih ada di kandang masih ada setengahnya,” ungkap Matsuri.

Ia menambahkan, harga kambing kurban yang dijual di tempatnya bervariasi, mulai dari harga Rp 2 juta hingga Rp 6 juta tergantung jenis dan ukuran.

Sedangkan, harga sapi kurban dijual mulai Rp 21 juta hingga Rp 30 juta per ekor, itu pun sudah gratis perawatan dan pengiriman.

“Kalau harga itu ada yang Rp 2 juta untuk hewan kurban, itu juga sudah termasuk biaya perawatan, karena di sini gratis perawatan dan pengiriman juga disekitar Sampit,” pungkas Matsuri.

(Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved