Jalan Ujung Landasan Ditutup

Lurah Tenangkan Warga Bengkirai Tolak Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Kalteng Ditutup

Warga dari Kampung Bengkirai, Kotawaringin Timur tolak rencana penutupan jalan oleh pemerintah setempat di ujung landasan Bandara H Asan Sampit.

HermanAntoniSaputra/Tribunkalteng.com
WAWANCARA - Lurah Baamang Hulu, Rudi Setiawan saat ditemui oleh pewarta Tribunkalteng.com, Sabtu (24/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Warga dari Kampung Bengkirai, Kotawaringin Timur menolak rencana penutupan jalan oleh pemerintah setempat di ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit

Warga mengaku sudah bertahun-tahun menggunakan perlintasan jalan tersebut sebagai akses sehari-hari. 

Meski pun pemerintah setempat telah mengusulkan pembuatan jalan alternatif, warga menilai jalur baru tersebut memutar terlalu jauh dan kondisinya tidak layak dilalui. '

Baca juga: Berkurban Bagi Umat Muslim, Berikut Penjelasan Dari Ulama Kotim

Baca juga: Bangkai Anak Buaya di Seranau Kotim Kalteng Bikin Geger, Warga Mengaku Khawatir Ada Buaya Lain

Baca juga: Anggota DPRD Kotim Dukung Program Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa

Awalnya warga yang terdampak, seperti warga dari RT 10, RT 11, dan RT 13 ingin melakukan demo.

Namun, aksi tersebut dapat dicegah oleh Lurah Baamang Hulu, Rudi Setiawan. 

"Saat saya dengar permasalahan tersebut, kami langsung ke Bengkirai untuk mendengarkan aspirasi masyarakat kami yang mendapatkan isu penutupan jalan tersebut," katanya, Sabtu (24/5/2025). 

Selaku Lurah, Rudi mebantah jika penutupan jalan tersebut dilakukan secara permanen. 

Menurutnya, pemerintah daerah tetap mempertimbangkan kenyamanan dan kebutuhan warga.

Termasuk juga berencana menyiapkan akses jalan baru yang memungkinkan aktivitas warga tetap berjalan normal. 

"Kemarin Bapak Bupati ada meninjau ke lapangan, tetapi nantinya akan dibuat jalan alternatif atau jalan pengganti, itu sebagai pengganti akses agar mereka bisa melakukan aktivitas mobilisasi untuk melewati bandara,” bebernya.

Lanjutnya, Pemkab Kotim masih melakukan kajian dampak yang akan timbul dari kebijakan penutupan jalan ini. 

Rudi mengungkapkan, pengembangan Bandara H Asan Sampit harus tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. 

Lurah juga menampung usulan warga yang menginginkan agar jalan alternatif dibangun di ujung tepi Sungai Mentaya, yang selain memperpendek jarak juga bisa dikembangkan sebagai kawasan wisata. 

"Warga ingin di ujung tepi Sungai Mentaya kita bisa buat jembatan atau seperti jalan. Kita kemas dan jalan itu kita bentuk seindah mungkin, bisa menarik wisata. Dengan adanya jalan baru itu nanti yang berwenang, yang punya kapasitas, menentukan itu. Kami hanya menyampaikan keresahan warga atas isu penutupan jalan," terangnya. 

Setelah musyawarah, situasi kembali kondusif. Warga membatalkan niat untuk berdemo dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. 

Halaman
12
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved