Berita Kotim Kalteng

Harga Sayuran di Pasar Keramat Sampit Merangkak Naik, Pedagang Keluhankan Sepi Pembeli

Harga sayuran di Pasar Keramat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalteng mengalami kenaikan harga, hingga pedagang keluhkan sepi pembeli

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
PEDAGANG - Dina satu diantara pedagang sayur yang ditemui oleh Tribunkalteng.com di Pasar Keramat, Sabtu (24/5/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Sejumlah harga bahan pangan di Pasar Keramat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami kenaikan harga. 

Beberapa harga komoditas mengalami lonjakan cukup tajam, terutama pada kelompok sayuran, meskipun sebagian bahan pokok lainnya justru menunjukkan tren penurunan harga. 

Dina, seorang pedagang sayuran di pasar tersebut, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir, harga beberapa sayuran mengalami kenaikan signifikan. 

"Tomat dijual Rp 10.000 per kilogram, sekarang naik jadi Rp 18.000. Timun yang biasanya Rp 6.000 kini harganya Rp 15.000 per kg. Telur ayam juga mengalami kenaikan, dari Rp 25.000 menjadi Rp 26.000 per kg,” kata Dina, Sabtu (24/5/2025). 

Dina menambahkan bahwa kenaikan paling mencolok terjadi pada jagung dan timun. 

"Harga jagung dari Rp 10 jadi Rp 15 dan timur dari Rp 8 ribu jadi Rp 15 ribu," imbuhnya.

Sementara itu, komoditas seperti cabai dan bawang justru cenderung stabil. 

Menurutnya, harga bawang merah masin tinggi, kisaran Rp 42 - Rp 45 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai rawit masih diangkat Rp 80 ribuan per kilogram. 

Ia mengakui bahwa lonjakan harga pada beberapa jenis sayuran sempat membuat pembeli kaget. 

Baca juga: Pegadang di Pasar Keramat Sampit Kotim Kalteng Lesu, Harga Ayam Turun Hingga Rp 25 Ribu per Kg

Baca juga: Pasokan Terganggu Akibat Gelombang Tinggi, Harga Sayuran Naik di Pasar Tradisional Palangkaraya

“Banyak pelanggan yang terkejut, terutama karena kenaikan sayuran yang sudah berlangsung sekitar seminggu ini,” jelasnya.

Dirinya menduga naiknya harga sayuran yang  pasar tersebut diakibatkan oleh faktor cuaca yang menyebab gagal panen. 

"Kemaren kan kemarau, langsung hujan sekaligus jadi sayurannya pada mati semua," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved