Kotim Habaring Hurung

Ini Target Operasional, Sumber Pendanaan, Guru hingga Jumlah Siswa Sekolah Rakyat di Kotim Kalteng

Kepala Dinas Sosial, Hawianan mengatakan Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan solusi atas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/HERMAN ANTONI SAPUTRA
TINJAU - Bupati dan Wakil Bupatu Kotim Halikinnor dan Irawati diwawancara usai meninjau langsung lokasi bangunan di Islamic Center, Selasa (13/5/2025) lalu. Islamic Center akan dijadikan lokasi untuk Sekolah Rakyat di Kotim. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Dinas Sosial Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan peluncuran sekolah rakyat (SR) untuk warga kurang mampu dapat terlaksana mulai Juni 2025.

Kepala Dinas Sosial, Hawianan mengatakan Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan solusi atas pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

"Dalam konteks inilah, Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara memulihkan keadilan dasar dalam hal akses pendidikan, khususnya bagi mereka yang perlu mengenyam pendidikan," ujarnya, Senin (19/5/2025) kemarin. 

Baca juga: Islamic Center Jadi Sekolah Rakyat Sementara di Kotim Kalteng, Ini Penjelasan Bupati Halikinnor

Ia mengakui, tidak mudah dengan waktu singkat ini mewujudkan sekolah rakyat. 

Namun, ia meyakinkan rencana sekolah rakyat dapat dimulai Juni 2025.

Untuk diketahui, program ini merupakan inisiatif dari pemerintah pusat, namun pelaksanaannya akan difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kotim. 

Hawianan mengungkapkan, Sekolah Rakyat diperuntukkan untuk keluarga miskin atau miskin ekstrem 

"Sasaran siswanya ini memang benar-benar untuk warga yang kurang mampu," ujar Hawianan.

Menurutnya, ini menjadi program pemerintah yang pembiayaannya ditanggung oleh pusat, sedangkan daerah hanya sebagai fasilitator. 

"Jadi kami di daerah hanya sebagai fasilitator. Sementara pembiayaan, hingga tenaga pengajar itu dari Pusat. Tapi nanti mungkin kepala sekolahnya akan dari daerah," lanjutnya. 

Dia menambahkan, SR akan dimulai dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pertimbangannya, banyak siswa SMA yang tertunda dengan kondisi tidak ada biaya.

"Berdasarkan data siswa yang putus sekolah berada di jenjang itu. Makanya kami usulkan kepada pusat untuk jenjang SMA," terangnya. 

Diapun membeberkan untuk tahun ini akan 100 siswa yang mengikuti program SR ini.

Teknik penjaringan siswa SR ini akan melibatkan seluruh kecamatan di Kotim dengan tujuan pemerataan pendidikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved