Oknum TNI AL Diduga Bunuh Jurnalis di Kalsel, Ketua Komisi III DPR RI: Sanksi Harus Lebih Berat

Komisi III DPR RI merespon kasus dugaan pembunuhan dan pemerkosaan seorang jurnalis perempuan asal Banjarbaru

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Haryanto
TRIBUNKALTENG.COM/HERMAN ANTONI SAPUTRA
WAWANCARA - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat memberikan keterangan dalam wawancara usai menggelar kunker ke Polda Kalteng, Kamis (10/4/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Komisi III DPR RI merespon kasus dugaan pembunuhan dan pemerkosaan seorang jurnalis perempuan asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) oleh oknum prajurit TNI AL.

Kasus ini menjadi perhatian serius parlemen, terutama menyangkut transparansi penegakan hukum.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menilai, kasus pembunuhan tersebut merupakan kasus yang keji. 

"Silakan saja (diselidiki, red), itu kan kasus yang keji," kata Habiburokhman saat ditemui usai menggelar kunker Komisi III DPR RI di Polda Kalteng, Kamis (10/4/2025). 

Baca juga: Jurnalis Online di Banjarbaru Kalsel Juwita Diduga Dibunuh Sang Kekasih Adalah Anggota TNI AL

Habiburokhman juga berpesan agar, sanksi atau hukuman yang diberikan kepada pelaku harus lebih berat. 

Mengingat pelakunya merupakan aparat, yang juga merupakan anggota TNI AL

"Apalagi pelakunya aparat, jadi sanksinya harus lebih berat, dari pada orang biasa," tegasnya. 

Permintaan sanksi berat kepada oknum anggota TNI tersebut bukan semata karena korban merupakan jurnalis.

Menurutnya, permintaan tersebut dikarenakan korban juga merupakan seorang manusia yang mempunyai hak untuk hidup. 

Selain itu, ia menyayangakan tindakan yang dilakukan oleh pelaku yang merupakan anggota TNI AL

"Aparat seharusnya mengayomi, justru melakukan tindakan yang sangat keji," tutup Habiburokhman

Untuk diketahui, sebelumnya, seorang jurnalis Juwita ditemukan meninggal dunia di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3/2025) lalu. 

Jasad korban tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya yang kemudian muncul dugaan menjadi korban kecelakaan tunggal.

Warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas, kemudian terdapat luka lebam pada bagian leher korban dan telepon seluler milik korban diduga hilang. 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved