Evaluasi Pendidikan di Kalteng, dari Kesenjangan Fasilitas Kota dan Desa hingga Kualitas Pengajar 

Bidang pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih memiliki berbagai tantangan seperti infrastruktur, kualitas pengajar hingga kesenjangan akses.

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Haryanto
Dokumen Tim Peneliti
Ekspose hasil kajian tim peneliti dari LPPM UPR dan Bappelitbang Kalteng menunjukan masih ada tantangan untuk pendidikan di Kalteng, Senin (16/12/2024). 

Dia menyebut, guru adalah ujung tombak perubahan dalam pendidikan, dan mereka memegang peranan penting dalam mendorong kemajuan yang lebih inklusif. 

Rekomendasi utama dari kajian ini adalah perlunya kebijakan yang lebih terfokus pada pemerataan sumber daya pendidikan, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. 

Diharapkan, dengan adanya kajian ini, pihak-pihak terkait dapat merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan efisien dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh penjuru Kalteng. 

Sebagai langkah tindak lanjut, penelitian ini merekomendasikan perbaikan infrastruktur, peningkatan kapasitas guru, dan pemerataan akses pendidikan. 

Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal juga diharapkan dapat mempercepat perbaikan kondisi pendidikan di Kalteng

Dengan mengedepankan nilai falsafah huma betang, pendidikan di Kalteng diharapkan tidak hanya mampu menjawab tantangan geografis, tetapi juga memperkuat kebudayaan dan solidaritas masyarakat setempat. 

Kajian yang dipimpin oleh akademisi Fisip UPR, Jhon Retei Alfri Sandi ini juga melibatkan sejumlah akademisi UPR lainnya, di antaranya Sidik Rahman Usop, Ricky Zulfauzan, Linggua Sanjaya Usop, Glory Kriswantara.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved