Disdik Kalteng

Jalankan Rencana Gubernur Agustiar Sabran, Disdik Kalteng Terapkan Kamis Berbahasa Daerah di Sekolah

Disdik Kalteng menerapkan program "Kamis Berbahasa Daerah" di lingkungan sekolah, sesuai dengan arahan dan rencana dari Gubernur Agustiar Sabran

Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com / Herman Antoni Saputra
WAWANCARA - Plt Kepala Dinas Pendidikan M Reza Prabowo saat ditemui oleh awak media. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah atau Disdik Kalteng menerapkan program Kamis Berbahasa Daerah di lingkungan sekolah.

Program ini dilaksanakan mengingat Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran dan Wagub Kalteng, Edy Pratowo tak hanya fokus pada pemerataan fasilitas pendidikan, tapi juga menekankan pentingnya mencetak generasi cerdas uang berkarakter kuat dan cinta budaya.

Plt Kadisdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo mengungkapkan, program Kamis Berbahasa Daerah ini telah diinstruksikan di seluruh satuan pendidikan di Kalteng sejak satu bulan lalu.

Dalam program tersebut, peserta didik juga diminta untuk mengenakan lawung atau sumping, jenis ikat kepala tradisional yang digunakan oleh suku Dayak di Kalteng.

Hal itu diterapkan untuk menjaga budaya. Karena, kata Reza, Gubernur Kalteng fokus pada pendidikan, bukan hanya secara akademik melainkan juga menciptakan anak-anak yang memiliki karakter, pola pikir, dan sikap terpuji.

"Ini semua harus sejalan dengan upaya pelestarian budaya lokal," ujar Reza, usai meninjau beberapa ruang kelas di SMA N 1 Kuala Kurun, Gunung Mas, Sabtu (21/6/2025).

Reza menjelaskan, pada program Kamis Berbahasa Daerah ini, semua sekolah diinstruksikan untuk menggunakan bahasa daerah masing-masing.

Hal ini, lanjutnya, adalah upaya nyata menjaga tradisi Belum Bahadat yang merupakan nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh masyarakat Dayak, terutama di Kalteng.

"Jadi nanti, di Barito misalnya, menggunakan bahasa Dayak Bakumpai atau Manyan, di wilayah Barat disesuaikan dengan bahasa setempat," jelas Reza.

Reza mengakui, mengubah pola pendidikan tak bisa hanya dalam satu bulan atau satu tahun. Masih terdapat tantangan dalam mengimplementasikan program Kamis Berbahasa Daerah ini.

Reza menegasksan, butuh konsitensi dan keberlanjutan untuk menjalankan program tersebut. Disdik Kalteng, akan terus mengevaluasi dan edukasi agar program tersebut berjalan baik.

"Kami optimis, seiring berjalan waktu, pendidikan Kalteng semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya," tukasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved