Berita Kotim

Terpisah dari Induk, Anak Orangutan Betina Berat 8 Kg di Seruyan Dievakuasi BKSDA Kalteng dan OFI

BKSDA Kalteng Pos Sampit dan OFI mengevakuasi Orangutan betina yang sempat dirawat warga warga di Desa Baung, Seruyan Kalteng, kondisi sehat

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Muriansyah untuk Tribunkalteng.com
Proses evakuasi dan pemeriksaan kesehatan individu Orangutan betina seberat 8 Kg di Desa Baung, Kabupaten Seruyan, Senin (9/12/2024). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit, evakuasi satu individu Orangutan betina yang sempat dirawat warga, Senin (9/12/2024).


Evakuasi dilakukan pada Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah.


Proses evakuasi dan serah terima Orangutan tersebut dibantu oleh Yayasan Orangutan Foundation International (OFI).


Proses evakuasi tersebut dibenarkan oleh Komandan Pos Sampit BKSDA Kalteng, Muriansyah.


“BKSDA Pos Sampit bersama Yayasan OFI mengevakuasi individu Orangutan betina dengan berat 8 Kg dan usia 5 tahun,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan warga, Soroso yang merawat Orangutan tersebut, Orangutan sudah dirawat selama seminggu. 


“Orangutan tersebut ditemukan pertama kali pada 1 Desember 2024, pada sebatang pohon kecil daerah rawa belakang Desa Baung. Awalnya diperkirakan ada induknya, sehingga dibiarkan saja oleh Soroso,” jelasnya.


Pada keesokan harinya, ternyata anak Orangutan tersebut masih ada di sekitar lokasi penemuan awal, karena khawatir terjadi hal buruk Soroso dan temannya menangkap anak Orangutan tersebut dengan menggunakan perangkap. 


“Anak Orangutan lalu dibawa pulang dan dibuatkan kandang dari kayu, serta diberi makan buah-buahan. Kemudian, Soroso melaporkan penemuan anak Orangutan tersebut kepada PT Rimba Raya Conservation, selanjutnya penemuan anak Orangutan diteruskan ke pihak BKSDA Pos Sampit,” ujar Muriansyah


Pada Sabtu 7 Desember 2024, petugas BKSDA Pos Sampit, anggota tim BKSDA WRU SKW II, dan Orangutan Fondation International, serta dokter hewan meluncur ke desa Baung untuk melakukan serah terima satu individu Orangutan. 


Muriansyah mengatakan, sebelum dibawa oleh petugas, Orangutan betina tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: BOSF Lepasliarkan 6 Orangutan ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalteng, Momen Hari Pahlawan


“Saat pemeriksaan badan, ada bekas luka yang sudah lama atau kering pada bagian pinggang, diduga kuat bekas ikatan tali, tidak ada bekas peluru senapan angin, serta Orangutan nampak agresif dan sehat,” terang Komandan Pos Sampit.


Petugas selanjutnya melakukan serah terima individu Orangutan dari warga yang menemukannya.


“Anak Orangutan tersebut langsung dibawa menuju kantor BKSDA SKW II di Pangkalan Bun untuk dilakukan observasi lebih lanjut sebelum dilepasliarkan,” tutup Muriansyah.

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved