Kebakaran Kawasan Ponton Palangkaraya

Berikut Kronologi dari Saksi Mata Kebakaran Hebat di Gang Sayur Ponton Palangkaraya

Berikut kronologi kebakaran hebat yang terjadi di Gang Sayur Kawasan Ponton Palangkaraya dari warga atau korban kebakaran

Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
Sisa puing-puing kebakaran yang terjadi di Gang Sayur kawasan Ponton Palangkaraya, Minggu (7/4/2024) kemarin. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kebakaran hebat di permukiman padat penduduk di Gang Sayur kawasan Ponton Palangkaraya menyisahkan trauma bagi para korban atau warga sekitar.

Mereka tak menyangka kobaran api melalap habis rumah semi permanen yang terbuat dari kayu rata dengan tanah pada Minggu (7/4/2024) kemarin usai buka puasa.Kejadian nahas itu menghanguskan puluhan rumah dan beberapa kos-kosan, namun beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Penuturan Ketua RT 1 RW 27, Gang Sayur Nazaruddin mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari bangunan rumah milik Hadri yang saat itu dalam keadaan terkunci dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

"Api berasal dari salah satu rumah warga yang sedang ditinggal pergi oleh pemiliknya," jelas Nazaruddin, Senin (8/4/2024).

Melihat adanya asap dari rumah tersebut, Nazaruddin dan warga sekitar berusaha mendobrak pintu.

Namun, saat berhasil membuka pintu, asap putih yang tadinya terlihat berubah menjadi asap hitam dan dengan cepat membakar habis bangunan rumah H Hadri.

Karena jarak antar rumah yang cukup dekat, api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sebelah kiri dan kanan, mengakibatkan 26 rumah dan 4 barak terbakar habis.

"Saya sudah melaporkan data korban kebakaran kepada lurah, dan kami berharap agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk membantu kami," ujar Nazaruddin.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu warga yang menjadi saksi mata, Sartono mengungkapkan, bahwa kebakaran terjadi saat ia dan keluarganya sedang berbuka puasa.

"Saat kami berbuka, api sudah membumbung tinggi. Pada saat itu, listrik masih menyala dan tetangga saya segera menghubungi dinas pemadam kebakaran," terang Sartono.

Terpisah, salah satu warga yang mengungsi di posko pengungsian Rudi mengatakan, saat itu dirinya sedang bekerja dan mendapatkan informasi dari saudara bahwa rumahnya ikut terkena dampak kebakaran.

Baca juga: Kurang dari 24 Jam 2 Kejadian Kebakaran di Palangkaraya, Total Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Kebakaran di Palangkaraya, Ruko Sembako di G Obos 6 Terbakar, Sempat Terdengar Suara Ledakan

Baca juga: BREAKING NEWS, Kebakaran Permukiman Kawasan Ponton Palangkaraya Saat Warga Berbuka Puasa

Mendengar hal tersebut ia pun bergegas pulang ke rumahnya, namun karena api yang cukup besar. Rumah Rudi pun habis terbakar tanpa sisa.

"Anak istri saya selamat cuma saya minta semoga ada bantuan dari pemerintah selain bahan makanan tentunya pakaian karena pakaian saya hanya tinggal satu lembar yang saya pakai di badan," tutur Rudi.

Meskipun dalam keadaan berduka akibat musibah kebakaran tak menyulutkan semangat Rudi untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

"Alhamdulillah saya puasa, saya harap pemerintah bisa mengambil tindakan cepat terkait musibah kebakaran ini," pungkas Rudi. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved